Bahayakah Klorin Dalam Pembalut?

Loading...

DOKTERCANTIK.COM – Baru-baru ini para wanita kembali diresahkan oleh isu penggunaan pembalut mengandung  klorin sebagai salah satu pemicu kanker servik. Wanita mana yang tidak resah dengan isu tersebut. Terlebih saat ini kanker servik adalah salah satu penyakit yang telah banyak menyerang wanita hingga menyebabkan kematian.

Sebenarnya apa itu klorin? Apa bahayanya dan benarkah beresiko dalam pembalut? Berikut beberapa informasi yang kami sajikan dari berbagai sumber :

Klorin juga digunakan untuk menjernihkan air

Klorin merupakan bahan kimia yang yang digunakan sebagai pemutih dan penjernih. Biasanya klorin digunakan untuk sanitasi pembuangan air dan lembah industri. Klorin juga digunakan untuk pemutih kertas atau produk-produk pembersih rumah tangga.

Jadi, sebenarnya bahan kimia klorin ini sudah banyak ada disekitar kita baik pada air kolam renang, maupun pembersih rumah tangga.

“Asumsi” bahaya klorin menurut YLKI

Baru-baru ini Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebutkan bahwa klorin terdapat pada 9 merek pembalut di Indonesia. YLKI mengeluarkan pernyataan dari hasil penelitian tersebut untuk memperingatkan para wanita untuk berhati-hati memilih pembalut agar jauh dari resiko kanker serviks serta penyakit lainnya.

Memangnya apa sih bahaya klorin?

Berdasarkan laporan konsumen yang dirangkum dan disimpulkan oleh YLKI, banyak wanita yang mengeluhkan beberapa keluhan mereka seputar organ intim seperti keputihan, gatal-gatal, ititasi, setelah menggunakan produk pembalut tertentu.

Dari hasil laporan tersebut para peneliti dari YLKI mengadakan penelitian untuk menemukan kandungan berbahaya pada pembalut. Akhirnya YLKI “berasumsi” penyebab masalah-masalah tersebut adalah kadungan klorin yang terdapat pada  pembalut.

Menurut YLKI, pembalut mengandung klorin bisa menyebabkan berbagai masalah ringan seperti gatal-gatal, keputihan, iritasi sampai masalah berat yaitu kanker servik dan gangguan reproduksi seperti kemandulan.

Sejalan dengan pendapat YLKI, ahli radiologi-onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Dr. Fielda Dujira Sp.Red juga mengatakan bahwa zat klorin berbahaya karena bisa mengiritasi mukosa yaitu selaput lendir pada organ kewanitaan.

Kemenkes : klorin pada pembalut tidak berbahaya

Beredarnya isu bahaya klorin pada pembalut, membuat lembaga kesehatan tertinggi di Indonesia, Kementrian Kesehatan mengambil tindakan dengan mengadakan penelitian terhadap bahaya klorin. Dan ternyata, pembalut mengandung klorin aman untuk dipakai karena kadarnya sudah melalui uji kelayakan  dan keamanan.

Kemenkes menegaskan, pembalut yang mengandung klorin sejauh ini aman digunakan sebab pembalut-pembalut tersebut sudah melewati ujian laboratorium. Lagi pula tidak ada standar international yang mengatur tentang batas penggunaan klorin untuk pembalut.

Direktur Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Maura Linda Sitaggang dalam Health Kompas (08/07/15) lalu mengatakan  “ambang batas untuk klorin itu tidak dicantumkan di persyaratan internasional. Jadi, itu yang memenuhi syarat dengan ambang batas lemah. Kalau klorin dimakan baru khawatir.

Zat klorin ini memang berbahaya, namun hanya bila ditelan, sedangkan jika mengenai kulit belum pernah ada dokter yang menemukan ada kasus yang terjadi tentang masalah kulit yang di akibatkan oleh klorin.

Buktinya kita sering kan mandi di kolam renang dan tidak ada masalah apa-apa, padahal kolam renang mengandung klorin untuk membersihkan airnya, bahkan dengan kadar yang lebih banyak.

Iritasi yang dimaksudkan barangkali hanyalah karena masalah kebersihan, jarang diganti, kelembaban karena sudah terlalu banyak darah yang ditampung oleh pembalut.

Nah, pendapat siapa yang lebih kamu percaya? masing-masing pihak pasti punya alasan masing-masing. Kita tunggu saja kabar selanjutnya ya.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *