Efek Samping Pewarna Rambut dan Cara Mencegahnya

Loading...

DOKTERCANTIK.COM – Setiap saat trend-trend baru terus bermunculan. Tidak hanya dalam masalah fashion pakaian, sepatu  ataupun barang-barang yang kita pakai sehari-hari, tetapi juga pada model rambut. Setiap saat ada-ada saja model rambut terbaru yang muncul.

Bagi yang memang pantang ketinggalan mode pastilah semua diikuti.  Tidak hanya model potongannya saja yang berubah tetapi warnanya pun turut bergonta ganti. Para wanita biasanya paling sering tergiur dengan model-model baru tersebut.

Berbagai faktor menjadi alasan kenapa mereka mewarnai rambut mereka. Ada yang mewarnai rambut karena merasa warna rambutnya kurang menarik. Ada yang mewarnai rambut karena mengikuti tren yang sedang berkembang, dan ada juga yang mewarnai rambutnya karena karena bosan dengan warna rambut hitam yang monoton.

Ingin tampil menarik dan berbeda tentu sah-sah saja. Wanita mana sih yang tidak ingin tampil menarik. Tapi perlu kita sadari, perawatan-perawatan kecantikan instan ini terkadang mempunyai efek samping yang membahayakan kesehatan kita. Tak terkecuali juga dengan pewarnaan rambut.

Efek Samping Mewarnai Rambut

Selain berefek pada rambut itu sendiri, pewarnaan rambut juga bisa berefek pada kesehatan tubuh kita yang lainnya. Kenapa pewarnaan rambut bisa berefek atau membahayakan kesehatan?

Pemicu kanker

Sebagaimana bahan-bahan kosmetik lainnya, tidak tertutup kemungkinan  kalau pewarna rambut juga mengandung zat-zat kimia yang berbahaya. Zat kimia tersebut bisa menempel pada kulit dan meresap pada aliran darah dan mempengaruhi kesehatan kita. Apa kimia tersebut?

Zat kimia tersebut adalah para-fenilendiamina (PPD). Zat kimia ini merupakan zat kimia paling berbahaya  yang terkandung di dalam pewarna rambut sebab bahan kimia ini bersifak karsigonik yaitu bisa memicu pertumbuhan sel kanker. Jenis kanker yang bisa disebabkan oleh zat kimia PPD adalah kandung kemih, kanker payudara, kanker darah, leukimia serta kanker limfoma non-hodgkin.

Menyebabkan alergi

Zat kimia yang terdapat di dalam pewarna rambut juga bisa menimbulkan alergi pada kulit. Efek ini akan terlihat 24-48 jam setelah pewarnaan rambut.

Jika terjadi gatal, kemerahan, dermatitis, bahkan mual berarti pewarna rambut tersebut tidak bisa kita gunakan. Alergi ini disebabkan oleh timbal asetat yang terdapat dalam produk pewarna rambut.

Menyebabkan kerusakan rambut

Selain bersifat karsigonik, PPD juga bisa mempengaruhi protein dalam rambut. Selain ini terdapat juga zat kimia Alkyphenol Eroksilat yang biasanya kita temukan dalam pestisida.

Kedua zat ini akan menyebabkan kerusakan parah pada rambut di antaranya membuat rambut kering, rontok, keriting, serta pecah-pecah, kusam dan susah diatur. Hal ini terjadi karena rambut kehilangan kelembaban akibat hormon yang berkuran serta kurangnya pasukan protein.

Terlalu sering melakukan pewarnaan rambut juga bisa menyebabkan kita kehilangan warna rambut alami yang bagaimanapun merupakan warna rambut yang paling indah.

Tips Mewarnai Rambut

Jika kamu memang ingin melakukan pewarnaan rambut, boleh-boleh saja, asalkan jangan sering-sering ya. Kamu tidak ingin kan mendapatkan efek merugikan seperti yang di jelaskan di atas? Nah sebelum kamu mau melakukan pewarnaan rambut, ikuti tips  mewarnai rambut berikut ini ya :

Lakukan dulu tes alergi. Bagaimana caranya? Cobakan produk tersebut ke tangan ata bagian leher. Tunggu reaksinya selama 24-48 jam. Jika selama 48 jam tidak ada tanda-tanda alergi, maka produk tersebut cukup aman digunakan

Baca komposisi. Kenapa kita perlu membaca komposisi? Agar kita tahu kandungan yang terdapat di dalam pewarna rambut tersebut. Tidak semua kok pewarna rambut yang mengandung zat-zat kimia di atas, jadi kamu bisa memilih mana yang aman.

Gunakan sarung tangan. Untuk menghindari efek pada kulit dan meresap pada aliran darah, gunakan sarung tangan saat melakukan pewarnaan rambut ya.

Diamkan secukupnya. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, biasanya kita sering mendiamkan cat rambut berlama-lama kan? Maksudnya sih biar pewarna meresap dengan sempurna ke rambut. Nah bagaimana kalau ternyata cat kulit tersebut malah meresap sempurna ke kulit. Wah, bahaya kan kalau sampai meresap ke aliran darah.

Semoga bermanfaat ya. Bergayalah, tapi yang terpenting tetap jaga kesehatan ya.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *