Cream Pemutih Wajah Yashodara

Cara Mengobati Ruam Popok Pada Bayi (Diaper Rash)

Cara Mengobati Ruam Popok Pada Bayi (Diaper Rash)Ruam popok pada bayi atau diaper rash hampir selalu menunjukkan respon terhadap terapi, dan akan membaik bila pemakaian popok tidak terlalu lama. Kebanyakan kasus sembuh setelah orang tua memperhatikan kebersihan popok. Banyak kasus diaper rash yang sering terjadi berulang-ulang.

Namun penyebab terjadinya masih belum diketahui apakah berhubungan dengan suseptibilitas, pH, kandungan ammoniak, atau kandungan alkali pada urine.

Pada beberapa anak, erupsi pada daerah popok merupakan tanda dini dari suatu kelainan kulit yang kronik seperti dermatitis atopik dan psoriasis.

Penatalaksanaan diaper rash sangat berhubungan dengan ketentuan profilaksis. Keberhasilan pengobatan diaper rash tergantung pada pengetahuan akan faktor penyebab. Pemberian preparat topikal tanpa memperhatikan frekuensi penggantian popok sering mengakibatkan kegagalan terapi.

Ada 2 hal penting yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ruam popok pada bayi, yaitu mengevaluasi pemakaian popok bayi anda dan memberikan pengobatan khusus/spesifik jika diperlukan.

Penggunaan Popok

Tujuan utama penatalaksanaan DPIP adalah mengurangi kelembaban, karena itu yang paling penting adalah kebersihan yang baik dan menjaga daerah popok agar tetap bersih dan kering dengan cara mengganti popok secara teratur dan menggunakan popok sekali pakai seperti popok golongan sintetis yang mengurangi kontak kulit dengan urine.

Terdapat dua bentuk utama popok sekali pakai; popok konvensional cellulose-core dan popok daya serap tinggi yang menggunakan absorbent gelling material (AGM). Popok konvensional mempunyai lapisan dalam yang bersentuhan dengan kulit dan mencegah kontak antar kulit dengan cellulose-core diaper.

AGM merupakan polimer yang mempunyai berat molekul tinggi yang akan berubah menjadi gel bila mengalami hidrasi, dan mampu menyerap urin 80 kali dari berat AGM. Penggunaan popok ini mengakibatkan insidens diaper rash  lebih rendah dan lesi lebih ringan bila dibandingkan dengan penggunakan popok yang digunakan berulang kali.

Pada penderita diaper rash, popok sebaiknya diganti lebih sering, minimal tiap dua jam pada siang hari dan sekali pada malam hari. Daerah popok dibersihkan dengan aquous cream dan air, kemudian dioleskan dengan salep pelindung seperti zinc oxide ointment atau petrolatum setiap kali mengganti popok dan hindari pemakaian sabun, dan celana karet.

Zink oksida efektif mencegah dan mengobati diaper rash. Salep pelindung sangat bermanfaat mengurangi kontak antara kulit dengan urine dan feses. Pada tidewater dermatitis, bedak bayi yang mengandung cornstarch dapat mengurangi kelembaban dan gesekan kulit.

Baking soda dan boric acid, tidak boleh digunakan karena dapat diabsorpsi dan menyebabkan kematian. Pengobatan yang paling cepat adalah menghentikan penggunaan popok pada bayi yang mengalami diaper rash, tetapi cara ini tidak terlalu praktis.

Pengobatan Khusus dan Spesifik 

Diaper rash sedang dan berat tidak akan mengalami perbaikan bila hanya menggunakan krim pelindung. Pada keadaan tersebut, dianjurkan menggunakan kortikosteroid topikal potensi rendah dan krim pelindung. Krim Hidrokortison 1% digunakan dua kali sehari selama 3 – 5 hari. Bila dicurigai terjadi superinfeksi dengan kandida dapat digunakan klotrimazol 1% atau mikonazol 2%.

Hidrokortison dan anti jamur dioleskan bersamaan dua kali sehari pada saat mengganti popok, kemudian dioleskan barrier ointment diatasnya. Dapat pula digunakan hidrokortison 1% dengan dasar ointment dan sebaiknya menghindari penggunaan kortikosteroid kuat, sebab popok bersifat oklusif dan meningkatkan absorpsi kortikosteroid yang dapat menimbulkan atrofi kulit, dan penekanan kelenjar adrenal. Untuk terapi lanjutan dan pencegahan digunakan nistatin, amphoterisin B atau turunan imidazol dalam bentuk powder.

Pada diaper rash dengan infeksi Candida albicans sedang hingga berat diberikan mupirocin 2%. Mupirocin 2% mengeradikasi Candida albicans dalam waktu 2-6 hari. Pada diaper rash yang disertai infeksi jamur saluran cerna, dianjurkan menambah nistatin oral 150.000 unit tiga kali sehari.

Neomisin sering menimbulkan sentisasi sehingga tidak digunakan pada pengobatan diaper rash. Infeksi yang meliputi sebagian  tubuh, kadang-kadang membutuhkan antibiotik sistemik. Pada infeksi staphylococcus sebaiknya menggunakan sefalosporin generasi pertama, dicloxacin atau amoxilin-clavulanat dan sebaiknya menghindari pemakaian eritromisin.

Preparat dari bahan dasar petroleum adalah sangat efektif untuk meningkatkan fungsi sawar kulit walau pada bayi prematur sekalipun. Obat-obatan yang dijual bebas hanya bisa digunakan pada kasus-kasus tertentu. Obat-obatan yang mengandung antibiotik dan anti jamur harus dengan resep dokter ahli anak.

Komplikasi Yang Mungkin Terjadi

Karena adanya maserasi dan abrasi kulit yang tertutup popok, ulserasi kulit dan infeksi sekunder oleh Candida albicans mungkin dapat terjadi. Infeksi Candida albicans dapat terjadi setelah 72 jam terjadinya diaper rash.

Infeksi Candida albicans memberi gambaran plak eritem, papul, pustul, dan lesi satelit. Reaksi psoriasis mengarah ke suatu psoriaticlike eruption dari papul-papul dan plak setelah inisiasi dari pengobatan suatu infeksi candida, yang melibatkan anggota tubuh dan biasanya ekstremitas dimana terjadi beberapa hari setelah pengobatan anti jamur dimulai.

Jacquet dermatitis adalah komplikasi yang berasal dari iritasi akibat gesekan. Infeksi sekunder dari bakteri dan jamur juga dapat terjadi. Hipopigmentasi yang bersifat sementara khususnya pada anak kulit hitam juga biasa terjadi.