Penyakit Buras

Loading...

Kita mungkin merasa aneh mendengar istilah penyakit buras, karena sejenak ingatan kita akan melayang pada jenis panganan lokal yang berisi beras yang dikukus dalam bungkusan daun pisang dan diikat melilit.

Istilah penyakit buras sendiri berkembang di tengah masyarakat untuk menamai sebuah gejala penyakit kulit yang mirip jamur, tetapi 100% bukan jamur.

Penyakit buras adalah jenis penyakit kulit dengan gejala utama berupa bercak-bercak atau sisik-sisik putih menghias kulit, mirip dengan permukaan buras. Bercak-bercak putih tersebut bisa diterdapat di pipi, kadang di lengan atas, dan kadang di tungkai bawah. Bercak putih penyakit buras berbentuk bundar dan bersisik serta tampak kering.

Dalam dunia kedokteran, penyakit buras ini dikenal sebagai Pityriasis Alba, suatu bentuk dermatitis yang ringan. Gejala klinisnya berupa kelainan kulit berupa bercak putih (hipopigmentasi) dan bersisik menyerupai panu, terjadi terutama pada anak-anak dan remaja (usia 3-16 tahun).

Meski tidak sering dijumpai, terkadang juga dapat terjadi pada orang dewasa. Area kulit yang terkena memiliki warna kulit yang lebih muda. Paling sering ditemukan di wajah, kadang-kadang pada leher, bagian atas dada, atau lengan. Umumnya tanpa keluhan, tapi dapat juga kulit sedikit merah atau gatal.

Penyebab Penyakit Buras

Penyebab penyakit buras atau Pityriasis Albaini masih belum diketahui secara pasti, tetapi diduga erat kaitannya dengan kulit kering atau akibat kontak bahan kimia dengan kulit. Penyakit ini merupakan tanda minor dari dermatitis atopik. Selain itu juga diduga berhubungan dengan paparan sinar matahari berkepanjangan.

Anak dengan riwayat asma, eksim, biduran, bersin atau pilek alergi dalam keluarga cenderung lebih rentan mengalami penyakit buras ini.  Sejumlah pasien anak mungkin saja mengeluhkan timbulnya penyakit buras setelah pergi berlibur ke tempat panas, atau karena anak yang sering beraktivitas di luar ruangan, namun hubungan langsung antara paparan sinar matahari dengan timbulnya Pityriasis Alba (penyakit buras) masih belum bisa dibuktikan secara ilmiah.

Cara Mengobati Penyakit Buras

Penyakit buras dapat digolongkan sebagai penyakit kulit yang ringan dan kebanyakan tanpa gejala. Keluhan yang timbul utamanya disebabkan karena penyakit buras ini memang mengganggu penampilan, apalagi jika mengenai daerah wajah.

Walaupun gejalanya ringan dan cenderung tidak berbahaya, namun penyakit buras agak sulit disembuhkan dalam waktu singkat, meskipun pada faktanya penyakit buras dapat saja sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1 bulan hingga 1 tahun.

Pengobatan yang dipakai oleh dokter untuk penyakit buras pada prinsipnya bertujuan untuk menghilangkan bercak yang mengganggu tersebut. Biasanya diberikan salep kortikosteroid topikal untuk mempercepat pengembalian warna kulit seperti semula, namun pemakaiannya harus dalam pengawasan dokter. Pelembab juga perlu digunakan untuk mengurangi sisik pada bercak terutama bila bercaknya di wajah.

Apabila pengobatan dengan pelembab dirasa kurang memuaskan, maka dapat dibantu dengan terapi sinar (excilite laser) yang hanya dapat dilakukan di klinik dokter spesialis kulit dan khusus dikerjakan hanya pada area bercak sehingga kulit normal tetap terlindung. Hanya saja, terapi sinar untuk penyakit buras masih sangat terbatas perlengkapannya sehingga hanya dilakukan di klinik kulit tertentu saja.

Pengobatan Herbal Untuk Penyakit Buras

Tidak banyak literatur yang membahas tentang pengobatan herbal untuk penyakit buras, tetapi ada informasi yang menyatakan bahwa penyakit buras dapat disembuhkan dengan cara mengolesi dengan air dari kunyit yang ditumbuk. Jadi bahan herbalnya adalah kunyit yang ditumbuh halus lalu diperas dan airnya diolesi pada bagian kulit yang terkena penyakit buras.

Semoga artikel tentang penyakit buras ini dapat membantu Anda mengenal penyakit buras, apa penyebab serta cara mengobatinya.

Salam sehat selalu!

Loading...

2 Komentar Pembaca untuk “Penyakit Buras

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *