Cara Merawat Daerah Kewanitaan

Loading...

Cara merawat daerah kewanitaan. Daerah kewanitaan atau organ intim merupakan bagian tubuh paling penting yang harus mendapatkan perawatan ekstra, terutama bagi wanita yang sudah menikah.

Daerah kewanitaan berperan vital dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Bentuk dan struktur daerah kewanitaan yang berbeda dengan alat kelamin pria, menyebabkan daerah kewanitaan perlu dijaga sebaik mungkin.

Daerah kewanitaan bersifat masuk ke dalam tubuh, sehingga dalam daerah kewanitaan tersebut akan terdapat suatu pH yang mengatur kelembapan organ intim.

Kadar pH dalam daerah kewanitaan tidak boleh melebihi atau mengurangi pH normal yang seharusnya. Kadar pH yang tidak stabil dalam organ intim kewanitaan dapat menyebabkan rasa yang tidak nyaman dalam bergerak atau beraktivitas.

Selain itu, ketika pH daerah kewanitaan menjadi tidak stabil, biasanya tubuh akan memberitahu, yaitu dengan memunculkan keputihan. Keputihan menjadi salah satu masalah daerah kewanitaan yang paling sering dialami oleh setiap wanita. Keputihan ini memiliki beragam warna dan tingkat kronisnya.

Keputihan yang bewarna bening mengindikasikan bahwa tubuh berada dalam kondisi normal, dan keputihan bening ini biasanya wajar. Biasanya keputihan bening muncul untuk memberitahukan bahwa tubuh berada dalam masa ovulasi dan akan memasuki periode haid.

Kemudian adapula keputihan yang sudah menjadi penyakit dan perlu dituntaskan hingga ke akarnya. Keputihan yang telah menjadi penyakit organ intim, adalah keputihan yang bewarna kuning kecoklatan atau bahkan hijau.

Bila keputihan yang telah berubah warna ini tidak mendapatkan perawatan lanjutan, maka lama-kelamaan keputihan tersebut akan mulai mengeluarkan darah dan nanah. Munculnya keputihan yang berupa penyakit dalam organ intim wanita memiliki gejala gatal pada daerah kewanitaan. Rasa gatal ini tidak akan hilang walaupun sudah mencuci organ intim dengan sabun kewanitaan.

Karena biasanya keputihan pada organ intim wanita disebabkan oleh jamur dan bakteri yang menjadikan daerah kewanitaan sebagai tempat berkembang biak, maka dibutuhkan konsultasi langsung ke dokter kandungan atau dokter kulit dan kelamin yang secara spesialis mengurusi masalah-masalah penyakit keputihan dan masalah organ intim kewanitaan lainnya.

Merawat Daerah Kewanitaan

Cara merawat daerah kewanitaan agar selalu dalam kondisi yang kesat dan memilih pH yang stabil, sebenarnya sangatlah mudah. Daerah kewanitaan harus dirawat dengan teratur dan teliti.

Penggunaan model celana dalam aktivitas sehari-hari ternyata turut mempengaruhi kebersihan dan kelembapan organ intim kewanitaan. Pergunakanlah celana yang tidak terlalu ketat membungkus organ intim, agar daerah kewanitaan tetap mendapatkan sirkulasi udara yang efektif.

Jikalau bisa, banyak-banyaklah menggunakan rok atau celana berbahan kain katun, karena jamur dan bakteri dapat diatasi dengan memberikan oksigen masuk kedalam daerah kewanitaan.

Cara merawat daerah kewanitaan selain memperhatikan pakaian yang digunakan juga harus menjaga kebersihannya dengan mencuci bagian daerah kewanitaan setiap hari dua kali sehari, pagi dan malam, dengan menggunakan sabun khusus yang memiliki pH alami. Jangan mencoba-coba produk sabun kewanitaan, karena bisa jadi tidak cocok dan menimbulkan suatu masalah baru.

Cara merawat daerah kewanitaan secara alami dapat dilakukan di rumah dengan menggunakan rebusan air daun sirih. Rebusan air daun sirih dipercaya mampu menjaga kebersihan dan menghilangkan bakteri jahat penyebab masalah kewanitaan agar organ intim kewanitaan tetap terjaga kebersihannya dan terasa kesat juga rapat.

Air rebusan daun sirih akan lebih baik bila digunakan setiap satu minggu sekali. Jangan terlalu sering menggunakan rebusan air daun sirih karena dapat menyebabkan pH alami daerah intim kewanitaan terganggu.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *