Penyakit Cacar Air

Loading...

Penyakit cacar air adalah penyakit menular yang terutama menyerang pada anak-anak berusia 9 – 12 tahun. Dalam dunia kedokteran, penyakit cacar air dikenal dengan nama Varicella atau Chickenpox.

Meski demikian, ada juga orang dewasa yang mengalami cacar air. Orang-orang yang telah mengalami cacar air di usia dini biasanya akan lebih merasa beruntung dibanding orang yang baru terserang cacar air disaat mereka dewasa.

Selain itu, penyakit cacar air biasanya hanya akan menyerang tubuh manusia sekali seumur hidupnya. Mereka yang telah terkena cacar air dipastikan tidak akan mendapatkan serangan penyakit yang sama untuk kedua kalinya.

Untuk mengatasi penyakit cacar air sebenarnya sudah lebih mudah. Bagi anda yang belum pernah mengalami penyakit cacar air, sebaiknya langsung mendaftarkan diri untuk pergi ke rumah sakit dan meminta suntikan untuk cacar air agar tubuh memiliki imun untuk melawan penyakit ini.

Tetapi bila salah seorang kerabat terutama anak-anak sedang mengalami cacar air, tidak perlu khawatir, karena cacar air adalah penyakit yang paling sering ditemui dan mudah disembuhkan hanya saja kerap kali membutuhkan waktu yang lama dalam proses penyembuhannya.

Hal yang perlu diperhatikan tentang penyakit cacar air adalah fase penyembuhan mulai dari munculnya cacar air hingga proses pengeringan luka cacar air. Fase penyembuhan pada penyakit cacar air merupakan fase paling berbahaya, karena pada fase penyembuhan yang diikuti dengan pengeringan cacar air pada kulit, virus dapat menyebar dengan cepat melalui udara dan sentuhan.

Sehingga banyak anak-anak yang terkena cacar air justru mengalami karantina pada fase penyembuhan ini. Penyakit cacar air biasanya memakan waktu antara 2 – 3 minggu.

Gejala Penyakit Cacar Air

Bagi keluarga yang memiliki dua anak atau lebih, buatlah persiapan yang cukup untuk memberantas penyakit ini. Penyakit cacar air pada anak-anak biasanya bersifat menyebar mulai dari yang pertama hingga seterusnya.

Biasanya ketika penderita pertama sudah sembuh, tiba-tiba yang lainnya mengalami penyakit yang sama. Satu hal yang harus ditekankan pada penderita cacar air adalah tidak boleh menggaruk cacar air.

Cacar air biasanya diawali gejala timbulnya bintik merah pada kulit seperti demam berdarah dan menyebar keseluruh tubuh. Bedanya dengan demam berdarah, setelah beberapa hari, bintik merah ini akan timbul lebih banyak dan berubah menjadi gelembung yang berisi cairan.

Pada masa ini, kulit yang terserang gelembung cairan akan merasa sangat panas dan gatal. Bagi anak-anak akan sangat sulit untuk menahan rasa gatal tersebut, sehingga mereka cenderung untuk menggaruk bagian kulit dan cukup sering yang akhirnya berakibat luka.

Seperti jerawat, cacar air pun memiliki efek yang sama bagi kulit. Bila kulit tersebut belum sepenuhnya kering, namun tergores hingga cairan keluar dan pecah biasanya daerah kulit dimana gelembung tersebut pecah akan memiliki bekas yang tidak akan hilang. Oleh karena itu, persiapkanlah gel pendingin dan pengurang rasa gatal yang dijual di apotik untuk dioleskan setiap saat di setiap gelembung cacar air.

Selain rasa gatal, penderita cacar air juga akan mengalami demam yang cukup tinggi dan kehilangan nafsu makan yang diikuti dengan nyeri-nyeri pada persendian tubuh.

Gejala ini memang wajar dimiliki oleh penderita cacar air, namun usahakanlah agar penderita cacar air dipaksa untuk tetap makan makanan yang bernutrisi agar tubuh memiliki imun yang lebih kuat untuk melawan virus cacar tersebut. Selain itu, perbanyak asupan buah-buahan yang dijus agan lebih mudah diserap oleh tubuh.

Jika penyakit cacar air sudah sembuh, biasanya akan meninggalkan bekas-bekas cacar air yang berwarna kehitaman. Jangan khawatir karena sebenarnya hal ini bisa dengan mudah dihilangkan. Baca artikel tentang cara menghilangkan bekas cacar air di sini.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *