Mengenal Penyakit Demensia

Loading...

DOKTERCANTIK.COM – Sering kita mendengar tentang kisah orang-orang yang terkena penyakit demensia. Si penderita akan sangat membutuhkan bantuan orang lain untuk bertahan. Oleh karena itu, perlu kiranya bagi kita mengenal gejala yang satu ini agar bisa lebih tanggap dan waspada.

Berikut ini uraian singkat mengenai demensia yang dikutip dari Alzheimer’s Australia fightdementia.org.au.

Apa itu Demensia?

Demensia adalah istilah untuk menggambarkan gejala-gejala sekelompok penyakit yang mempengaruhi otak. Jadi bukan nama untuk satu penyakit yang spesifik.

Penderita Demensia

Demensia bisa terjadi pada siapa saja dan keadaannya akan semakin memburuk seiring dengan bertambahnya usia. Kebanyakan gejala ini ditemukan pada orang tua. Namun bukan berarti semua orang yang telah tua akan menderita demensia, karena demensia bukan bagian dari penuaan biasa yang akan dialami semua orang.

Perlu diingat, justru lebih banyak orang tua yang tidak menderita demensia. Dalam beberapa kasus, demensia juga memiliki faktor keturunan, oleh karena itu bagi mereka yang dalam keluarganya ada menderita demensia, resiko terkena demensia ini menjadi lebih besar.

Gejala Awal Demensia

Walaupun gejalanya sering tidak jelas dan tidak segera nyata kita tetap perlu waspada pada beberapa gejala umum penyakit demensia di bawah ini yaitu :

  • Sering lupa, semakin lama semakin berat
  • Merasa bingung
  • Perubahan kepribadian
  • Tidak peduli dan menyendiri
  • Kehilangan kemampuan melakukan pekerjaan sehari-hari

Bentuk-Bentuk Demensia

Beberapa bentuk umum demensia adalah :

Penyakit alzheimer

2/3 dari kasus demensia adalah penyakit alzheimer, oleh karena itu inilah bentuk demensia yang paling umum kita temukan di masyarakat. Alzheimer ditandai dengan dua abnormalitas di otak yaitu plak amyloid (amyloid plaques) dan neurofibrillary tangles (belitan-belitan neurofibriler).

Plak amyloid tersebeut merupakan kumpulan protein yang abnormal sedangkanbelitan-belitan itu adalah kumpulan serat yang disebut tau. Plak dan serat yang berbelit-belit itulah yang menghambat komunikasi antara sel-sel syaraf dan menyebabkan sel-sel itu mati. Pnederita alzheimer sering bermula dengan kehilangan daya ingat kemudian berangsur-angsur mengalami penurunan kemampuan kognitif.

Demensia Vaskuler (Vascular dementia)

Jenis ini adalah kerusakan daya kognitif (daya mengenali) yang disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah di otak. Kerusakan pembuluh darah tersebut disebabkan oleh satu serangan stroke atau beberapa mini stroke (serangan kecil-kecilan) pada otak.

Gejalanya bisa berbeda-beda tergantung dari lokasi dan ukuran kerusakan pada otak itu. Penyakit demensia verkular sering pula bercampur dengan alzheimer, artinya umum terdapat seorang penderita alzheimer juga menderita demensia vaskuler.

Penyakit Lewy body (Lewy body disease)

Penyakit ini ditandai dengan terdapatnya lewy body pada otak. Lewy body adalah gumpalan -gumpalan protein alpha-synuclein yang abnormal yang berkembang di dalam sel-sel syaraf. Abnormalitas tersebut terjadi pada bagian tertentu pada otak yang menyebabkan perubahan perilaku, kemampuan berpikir dan bergerak. Penderitanya dapat mengalami perubahan perilaku dalam waktu yang singkat bahkan sampai mengalami halusinasi visual (melihat hal-hal yang tidak ada).

Ada tiga penyakit yang bisa digolongkan ke dalam lewy body disease yaitu :

  • Demensia dengan Lewy body (dementia with Lewy bodies)
  • Penyakit Parkinson (Parkinson’s disease)
  • Demensia dengan penyakit Parkinson (Parkinson’s diseasedementia)

Seseorang didiagnosa parkinson jika gejala gangguannya terjadi pada pergerakan seseorang, namun jika gejala kognitif yang tampak terlebih dahulu maka diagnosa umumnya adalah lewy body disease. Perlu diingat pula, demensia jenis ini bisa pula diidap seseorang bersamaan dengan penyakit alzheimer dan/atau demensia verkuler.

Demensia Frontotemporal (Frontotemporal dementia)

Gejala ini umumnya terjadi pada orang yang berusia 50-60 an atau bahkan lebih awal lagi. Demensia frontotemporal (Frontotemporal dementia) menyangkut kerusakan yag berangsur-angsur pada bagian depan (frontal) dan/atau temporal dari lobus (cuping) otak.

Ada dua gejala yang bisa dilihat dengan kasat mata agar bisa waspada terhadap serangan penyakit ini yaitu gejala-gejala dalam kelakuan dan perubahan kepribadian (frontotemporal) dan gangguan pada kemampuan berbahasa (temporal). Namun kedua gejala itu bisa pula terjadi bersamaan.

Penderita demensia frontotemporal sering berkelakuan yang mengganngu orang kenyamanan orang lain sepertikurang sopan, mengabaikan tanggung-jawab biasa, tidak dapat mengendalikan keinginan atau mengulang ulang, agresif, tidak dapat mengendalikan diri atau bertindak secara ceroboh. Penderita demensia bentuk ini juga berangsur-angsur kehilangan kemampuan dalam hal berkata-kata, memahami perkataan orang lain dan sukar untuk mengingat nama orang.

Semoga bermanfaat.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *