Perkembangan Janin dan Perubahan Tubuh Ibu Hamil 7 Bulan

Loading...

DOKTERCANTIK.COMKehamilan 7 bulan merupakan masa-masa yang tergolong istimewa dalam sepanjang masa kehamilan seorang ibu. Setelah melewati trimester pertama yang biasanya sarat dengan mual, muntah dan ngidam sebagai bentuk adaptasi ibu dan janin, trimester kedua yang sudah mulai terbiasa, maka ketika memasuki trimester ketiga ketegangan kembali datang karena menghadapi persiapan persalinan.

Perkembangan Janin

Janin pada kehamilan 7 bulan mulai merasakan keterbatasan ruang dan bergerak-gerak mencari posisi yang nyaman. Ia mulai melihat walaupun hanya terang atau gelap. Ia juga sudah bisa mendengar dengungan, suara ayah dan ibu, suara di sekitar tempat tinggalnya dan bahkan musik yang ibu dengarkan.

Paru-paru janin sudah berlatih untuk bernafas dan gerakan yang ia lakukan membantunya melatih otot. Tulang janin mulai sempurna dan ia mempunyai lemak untuk energi. Ukuran janin sekitar 11 inch.

Perubahan Tubuh Ibu

Dengan semakin besarnya pertumbuhan janin, ibu hamil 7 bulan biasanya mengalami perubahan tubuh seperti:

  • Sakit punggung. Tekanan lebih besar pada punggung menyebabkan pegal dan sakit. Untuk mengatasinya, biasakan duduk tegak dengan sandaran yang baik pada tulang punggung, tidur miring dengan bantal terselip antara kedua kaki, dan hindari pemakaian sepatu berhak tinggi.
  • Pendarahan. Bisa terjadi karena plasenta previa (plasenta menutupi leher rahim), terpisahnya plasenta dari dinding rahim, atau persalinan prematur, bisa menyebabkan bercak.
  • Kontraksi Braxton Hicks. Kontraksi ringan mempersiapkan rahim untuk proses kelahiran.
  • Pembesaran payudara. Payudara akan membesar sebanyak 2 kg. Semakin mendekati persalinan, mungkin akan terlihat cairan kekuningan keluar dari puting payudara, yaitu yang disebut kolostrum, yang akan memelihara bayi dalam beberapa hari pertama kelahiran.
  • Keputihan. Cairan yang keluar dari vagina menjadi lebih kental, jernih atau sedikit merah, karena rahim mulai melebar dan mempersiapkan diri untuk proses melahirkan.
  • Kelelahan. Beban tubuh yang semakin berat ditambah rasa gelisah menyebabkan ibu cepat lelah. Jangan abaikan istirahat sejenak, tidur siang yang cukup dan hindari tidur terlalu malam.
  • Sering buang air kecil. Kepala bayi dapat menekan kandung kemih sehingga ibu sering merasa ingin buang air kecil.
  • Mual dan sembelit. Makanlah lebih sering dengan porsi kecil sepanjang hari dan hindari makanan berminyak, pedas, dan asam. Tingkatkan asupan serat dan cairan untuk menghindari sembelit, karena sembelit akan menyulitkan ibu pada proses kelahiran.
  • Sesak nafas. Rahim yang meregang memperluas diri hingga tepat di bawah tulang rusuk, meninggalkan sedikit ruang untuk paru-paru, mengakibatkan sulit untuk bernafas. Topanglah kepala dan bahu dengan bantal saat tidur untuk mengatasinya.
  • Spider Veins dan Varises. Aliran darah berlebih menyebabkan pembuluh darah jaringan kecil timbul pada kulit (spider veins). Tekanan dari kaki bayi juga dapat menyebabkan beberapa pembuluh darah di permukaan kaki menjadi bengkak (varises). Untuk mencegahnya, ibu sebaiknya bergerak sepanjang hari dan jangan biarkan kaki menggantung.
  • Pembengkakan. Jika ibu tiba-tiba mengalami pembengkakan, segera cek dengan dokter Anda karena bisa menjadi preeklamsia, komplikasi kehamilan yang berbahaya.
  • Kenaikan berat badan. Kenaikan berat badan yang normal pada usia 7 bulan kehamilan adalah 11-16 kg.

Kebutuhan Nutrisi

Pada usia kehamilan ini ibu membutuhkan tambahan sekitar 450 kalori per hari, yang bisa didapat dari omega 3 dan kalsium. Ibu juga perlu mengkonsumsi yogurt untuk mengatasi konstipasi. Hindari makanan terlalu pedas atau terlalu asam, coklat, kopi, dan konsumsilah papaya untuk mengurangi heartburn.

**

Nah, selamat menikmati masa-masa persiapan menjadi seorang ibu!

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *