Syarat Diet Bagi Penderita Asam Urat

Loading...

DOKTERCANTIK.COM – Salah satu hal yang sering disarankan bagi penderita asam urat adalah diet. Dalam diet tersebut akan dikontrol jumlah purin, kalori dan karbohidrat yang dikonsumsi. Berikut arahan diet bagi penderita asam urat menurut Rina Yenrina, et all (2014). Arahan ini juga disarankan bagi anda yang merawat keluarga yang menderita asam urat. Perhatikan jumlah kandungan makanan yang disarankan.

1. Purin

Jumlah purin harus dibatasi, bagi penderita asam urat harus dikurangi kandungan purinnya. Dalam satu hari hanya dapat mengonsumsi sekitar 100-150 mg purin.

2. Kalori

Kalori yang masuk harus sesuai dengan kebutuhan. Yang dimaksud kebutuhan adalah kesesuaian dengan tinggi dan berat badan individu. Bagi yang kelebihan berat badan pembatasan kalori sekaligus untuk menurunkan berat badannya. Pastikan juga jangan sampai berat badan anda menjadi di bawah normal (kurang gizi). Kekurangan kalori justru akan meningkatkan asam urat serum yang dipicu oleh keton bodies.

Untuk menghindarkan rasa lapar karena kalori dibatasi, konsumsilah banyak sayuran dan buah segar. Hindarkan asparagus, kacang polong, buncis, kembang kol, bayam dan jamur. Porsi sayur sekitar 300 gr dan buah lebih dari 300g/hari.

3. Tinggi Karbohidrat

Ada dua jenis karbohidrat yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong sangat baik untuk penderita asam urat karena dapat memicu dikeluarkannya asam urat melalui urin. Konsumsi karbohidrat kompleks minimal dari 100g/hari. Kurangi konsumsi karbohidrat jenis fruktosa seperti gula, permen dan sirup karena fruktosa justru meningkatkan kadar asam urat.

4. Rendah Protein

Protein, terutama yang berasal dari bahan makanan hewani dapat meningkatkan produksi asam urat. Oleh karena itu, diet bagi penderita asam urat adalah diet yang rendah protein. Porsi sebaiknya sebesar 50-70g/hari atau 0,8-1,0 g/kg berat badan/hari.

Sumber protein yang dianjurkan adalah protein nabati yang berasal dari tumbuhan ataupun yang berasal dari susu, keju dan telur. Hindari makanan yang mengandung protein tinggi seperti hati, otak, paru, limpa.

5. Rendah Lemak

Penderita asam urat disarankan mengonsumsi makanan rendah lemak, karena lemak hanya membatasi pengeluaran asam urat melalui urin. Jumlah lemak yang dapat dikonsumsi sebaiknya 15 persen dari total kalori.

Beberapa olahan makanan yang harus dibatasi adalah yang digoreng dan bersantan. Batasi penggunaan margarine atau mentega dalam mengolah makanan. Buah seperti alpukat dan durian juga harus dibatasi karena mengandung lemak yang tinggi.

6. Tinggi cairan

Konsumsi cairan yang tinggi dapat membantu pengeluaran asam urat melalui urin. Jumlah yang disarankan adalah sebanyak 2,5 liter atau sekitar 10 gelas sehari. Cairan bisa berasal dari air putih, teh atau kopi. Lebih banyak air putik lebih baik.

Sangat disarankan minum air hangat pada pagi hari (ketika bangun tidur). Cairan juga bisa berasal dari kuah sayur, jus buah maupun buah segar yang mengandung banyak air seperti semangka, melon, pepaya dan jambu air.

7. Tidak ada Alkohol Sama Sekali

Orang yang mengonsumsi alkohol memiliki kadar asam urat lebih tinggi dibanding dengan orang yang tidak mengonsumsi alkohol. Hal itu dikarenakan alkohol dapat meningkatkan jumlah asam laktat plasma yang menghambat pengeluaran asam urat. Termasuk hindari makanan yang mengandung alkohiol seperti tapai dan brem.

Karena diet ini melibatkan hitungan asupan makanan, ada baiknya jika anda berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan perhitungan yang lebih sesuai dengan kondisi anda ataupun anggota keluarga anda.

Semoga membantu.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *