Antibiotik Bukanlah Solusi Obat Untuk Common Cold

Loading...

DOKTERCANTIK.COM – Common cold atau yang masyarakat kenal dengan batuk pilek biasa, adalah suatu penyakit yang umumnya disebabkan oleh virus dan mennyerang saluran napas atas manusia. Seperti namanya, gejala penyakit ini berupa flu, batuk, panas dan lemah badan.

Penyakit ini merupakan self limiting disease, atau penyakit yang dapat sembuh dengan sendiri, namun karena gejalanya terkadang cukup mengganggu aktifitas, maka masyarakat sering berkonsultasi ke dokter.

Gejala Common Cold

Gejala paling umum dari Common Cold adalah rasa sakit di tenggorokan yang terkadang disertai batuk, pilek, hidung tersumbat dan bersin-bersin. Kadang kala mata menjadi merah, otot terasa nyeri, merasa kelelahan, malaise, sakit kepala, menggigil, dan nafsu makan jadi hilang.

Pada anak-anak dan orang tua, gejala common cold yang dialami biasa saja terjadi lebih kronis karena berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh. Pada anak-anak, sistem kekebalan tubuh mereka belum seutuhnya berkembang sedangkan sistem kekebalan tubuh pada orang tua kerap kali sudah melemah.

Antibiotik dan Common Cold

Antibiotik adalah jenis obat yang digunakan untuk mematikan atau menghambat pertumbuhan bakteri. Cara kerjanya bermacam-macam, ada yang merusak struktur membran bakteri hingga merusak susunan genetiknya sehingga bakteri tersebut mati. Antibiotik ini diberikan dokter kepada pasien jika ada indikasi penyakit yang diderita pasien disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti penyakit tifus, gonorrhoe, infeksi saluran kemih, dsb.

Oleh karena antibiotik diindikasikan untuk penyakit infeksi bakteri, sedangkan common cold adalah penyakit yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus, maka penggunaan antibiotik tidak dianjurkan. Yang perlu dilakukan ketika terserang penyakit ini adalah istirahat yang cukup dan makan makanan bergizi.

Jika gejala yang ditimbulkan berat, maka penderita dapat berkonsultasi kepada dokter dan dokter akan membantu memberikan obat untuk mengurangi gejala-gejala seperti flu, batuk, dan panas badan.

Berhati-hatilah dalam mengonsumsi antibiotik karena dapat menyebabkan resistensi. Selalu konsultasi dengan dokter terkait pemakaian antibiotik.

Semoga bermanfaat.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *