Wanita Menopause Lebih Rentan Osteoporosis

Loading...

DOKTERCANTIK.COMMenopause dapat meningkatkan resiko seorang wanita mengalami osteoporosis, yaitu suatu kondisi dimana tulang menjadi tipis dan dapat dengan mudah mengalami patah tulang. Penurunan kadar estrogen dalam tubuh yang terjadi pada periode menopause mengakibatkan meningkatnya kehilangan tulang. Rata-rata seorang wanita kehilangan lebih dari 10% massa tulangnya pada lima tahun pertama setelah menopause.

Mengenal Osteoporosis

Secara harfiah, osteoporosis memiliki arti “tulang yang keropos”, merupakan akibat dari meningkatnya kehilangan massa dan kekuatan tulang. Penyakit ini berkembang tanpa disertai gejala atau nyeri. Biasanya, pasien osteoporosis tidak menyadari dirinya mengalami penyakit tersebut sampai pada akhirnya tulangnya melemah yang disebabkan oleh rasa nyeri pada tulang yang patah, biasanya di punggung (menyebabkan nyeri punggung kronis) atau tulang panggul (pangkal paha).

Sayangnya, ketika seseorang dinyatakan mengalami patah tulang akibat osteoporosis, orang ini akan memiliki resiko tinggi mendapatkan patah tulang di bagian tubuh lainnya.

Sampai saat ini, ilmuwan dan dokter belum menemukan penyebab osteoporosis yang sebenarnya. Walaupun begitu, para dokter sudah mengetahui bagaimana penyakit ini berkembang.

Tulang-tulang manusia terbentuk dari suatu jaringan yang hidup dan berkembang. Tempurung terluar dari cortical atau tulang padat dibungkus oleh tulang trabecular, suatu tulang yang berbentuk seperti spons. Ketika tulang melemah disebabkan oleh osteoporosis, “lubang-lubang” pada “spons” tersebut membesar dan jumlahnya semakin banyak, memperlemah struktur internal tulang.

Sampai pada usia 30 tahun, normalnya, seseorang akan terus membentuk tulang lebih banyak daripada tulang yang rusak. Setelah usia 35 tahun, tulang yang akan mengalami kerusakan lebih banyak terjadi melebihi tulang yang terbentuk, sehingga mengalami kehilangan massa tulang secara bertahap. Hingga akhirnya sampai pada titik tertentu, seseorang mengalami osteoporosis.

Mengurangi Risiko Osteoporosis Saat Menopause

Untuk mengurangi resiko osteoporosis, disarankan untuk melakukan diet dengan memakan makanan kaya akan kalsium dan melakukan olahraga secara rutin. Gaya hidup seperti ini akan lebih baik jika dilakukan sejak dini. Meskipun pencegahan adalah cara terbaik, pengobatan secara medis juga tersedia untuk mengatasi osteoporosis.

Puncak massa tulang terjadi pada usia sekitar 25 – 30 tahun, ketika skeleton berhenti berkembang dan tulang pada kondisi terkuat dan tertebal. Hormon seksual wanita, yaitu estrogen memegang peranan penting dalam menjaga kekuatan tulang.

Pada saat menopause, kadar estrogen dalam tubuh turun, yang kemudian normalnya pada usia 50 tahun mengalami kehilangan tulang. Menurut penelitian, sekitar 50% dari wanita berusia 60 tahun akan mengalami setidaknya satu patah tulang yang disebabkan oleh osteoporosis.

Pada masa menopause, seorang wanita dapat menurunkan resikonya dalam pengembangan osteoporosis dengan cara melakukan sedikit perubahan gaya hidup, antara lain sebagai berikut:

1. Konsumsi 1,200 mg kalsium per hari, yang mana setara dengan 3 – 4 sajian makanan/minuman yang mengandung susu. Atau untuk memastikan, bisa dibaca dan lalu dihitung pada Nutrition Fact produk susu pada kemasan tertera
2. Lakukan olah raga teratur
3. Pelihara kadar vitamin D dalam tubuh. Vitamin D diproduksi dalam kulit yang disebabkan oleh paparan sinar matahari, dan terdapat dalam jumlah yang sangat kecil dalam makanan. Kadar vitamin D dapat dihitung dengan melakukan tes darah di apotek atau klinik tertentu.
4. Hindari minum alkohol yang berlebihan

Alangkah lebih baik jika gaya hidup ini dilakukan sejak dini.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *