Tips Diskusi Keluarga Perihal Jurusan Kuliah Anak

Loading...

DOKTERCANTIK.COM – Saat ini, para siswa/i kelas XII sudah memasuki semester akhir masa sekolahnya. Bagi mereka yang berminat untuk kuliah, sekaranglah saat-saat paling galau untuk memilih jurusan. Tak sedikit yang mengambil keputusan karena ikut-ikutan atau mengikuti intsruksi orang lain.

Bagi anda calon mahasiwa/i atau para orang tua yang anaknya akan segera kuliah, ada baiknya membaca tips berikut :

1. Jangan fokus pada universitas, tetapi pada bidang (jurusan)

Seringkali para calon mahasiswa bingung karena fokusnya tidak tepat. Mereka lebih meributkan “mau ke kampus mana” bukan “mau jurusan apa”. Akhirnya yang dipertimbangkan hanya nama besar kampus-kampus yang ada. Mana yang lebih ngetrend dan mana yang tidak begitu tenar.

Nama besar sebuah kampus tidak terlepas dari lulusan yang dididik (dihasilkan), oleh karena itu yang perlu diperhatikan terlebih dahulu adalah jurusannya (fakultasnya) bukan universitasnya. Tentukan jurusan terlebih dahulu maka nama “universitas” akan mengikuti.

2. Kenali minat dan kemampuan

Memang terdengar saat klise, tapi justru inilah yang terpenting dalam mengambil keputusan. Mulai saja dari hal-hal yang tampaknya sederhana, seperti “apa hobi sehari-hari?”, “ekskul apa yang selama ini ditekuni”, “topik apa yang paling membuat antusias?”, “suka baca buku apa?” dan sederetan pertanyaan sederhana lainnya.

Jawaban yang diperoleh dari pertanyaan itu bisa menggambarkan minat anda sesungguhnya. Harus diri sendirilah yang paling tahu apa yang digemari apa yang hendak ditekuni, jangan biarkan keputusan penting ini ditentukan orang lain.

Kemudian beranjaklah pada pertimbangan kemampuan akademis dan finansial. Pertimbangan akademis adalah nilai yang diperoleh selama sekolah, bidang studi apakah yang nilainya menonjol, rata-rata dan kurang. Contohnya, jika kemampuan matematika anda kurang, hindari jurusan yang membutuhkan kemampuan matematika yang advance.

Kedua adalah pertimbangan finansial, dalam hal ini orang tua lebih mendominasi peran karena merekalah yang membiayai. Para ayah dan bunda, jangan lupa beberapa fasilitas beasiswa yang disediakan universitas.

3. Perbanyak diskusi

Setelah dua langkah di atas, biasanya calon mahasiswa sudah memiliki gambaran hendak mengambil jurusan apa yang biasanya calon pilihan jurusan itu lebih dari satu. Dengan diskusi, pilihan akan semakin mudah dikerucutkan. Diskusilah dengan mereka yang pernah atau sedang kuliah, dengan orang tua, sanak saudara dan para counselor di kampus-kampus.

Jangan terus-terusan diskusi dengan teman sekolah yang juga bingung dan minim informasi. Bagaimana mungkin mendapat “nutrisi” tambahan untuk mengambil keputusan dari mereka yang sama-sama bingung. Sering terdapat ketidaksesuaian antara yang di benak calon mahasiswa dengan kenyataan yang sebenarnya. Sebagai contoh, calon mahasiswa mengira jurusan yang dimaksud adalah jurusan arsitek, setelah didiskusikan dan tanya sana sini ternyata yang ada dibenaknya itu merupakan jurusan teknik sipil. Disinilah peran mereka yang lebih senior.

Bagi anda para orang tua, hindari mendikte apalagi memaksakan jurusan kuliah tertentu. Ingatlah bahwa yang diperlukan diskusi bukan perintah. Tidak berarti pula anda membiarkan anak bebas 100% menentukan semuanya.

4. Selaraskan impian dengan masa depan

Masa depan yang dimaksud adalah pekerjaan. Beberapa jurusan memang bukanlah ilmu terapan. Para calon mahasiswa harus pula menyesuaikan pilihannya dengan kemungkinan ketersediaan lapangan pekerjaan. Namun tidak berarti hanya dunia pekerjaan yang menentukan jurusan kuliah.

Jangan sampai anda mengambil jurusan “yang penting bisa kerja” padahal sama sekali di luar minat dan kemampuan anda. Hal tersebut hanya akan menyiksa anda di masa perkuliahan nanti.

5. Jurusan yang tepat pada kampus yang tepat

Setelah keputusan akan mengambil jurusan didapat, barulah mulai mencari informasi kampus mana yang akan dipilih. Harap diingat, masing-masing kampus memiliki fakultas unggulannya masing-masing. Ada kampus yang unggul dengan jurusan informatika namun biasa saja pada jurusan ilmu sosial ataupun sebaliknya.

Cek sarana dan prasarana perkuliahan pada fakultas tersebut. Info dapat dilihat pada situs masing-masing kampus lalu pastikan dengan mengunjunginya langsung. Jika kampus yang diincar ternyata di luar kota, mintalah orang lain yang mengunjungi langsung kampus tersebut.

6. Pindah jurusan bukanlah hal yang memalukan

Seringnya anda menyadari passion setelah menjalani bidang tertentu. Demikian pula dengan kuliah. Tidak sedikit mahasiswa yang menemukan minat sesungguhnya ditengah masa perkuliahan, walaupun memilih jurusan kuliah telah dilakukan sedemikian cermatnya, perubahan tetap ada. Jangan pendam terlalu lama keinginan untuk pindah jurusan.

Maksimal setahun biasanya akan terasa sesuai tidakkah jurusan yang anda ambil dengan passion anda selama ini. Namun ingat, jangan lakukan “change your mind like a girl change her cloth” seperti lirik lagu Katty Perry. Jika itu yang terjadi, itu bukan passion, hanya sekedar ikut-ikutan saja.

Semoga membantu.

Loading...

Komentar Pembaca untuk “Tips Diskusi Keluarga Perihal Jurusan Kuliah Anak

  1. mas, saya ambil jurusan teknik kimia padahal lulusan smk kimia industri. tapi kenapa baru 1 semester sudah gk kuat sama jurusan yg saya pilih dan akhirnya nilai saya ngepress walaupun udh masuk semester 2. sekarang saya berhenti kuliah, dan saya sekarang sudah 1 bulan kerja. saya mau cari jurusan yang bagi saya nyaman.dari kecil saya sdh suka otak-atik komputer sampai sekarang

    pendapat sampeyan gimana

    View Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *