Gejala dan Cara Alami Mengobati Keputihan

Loading...

DOKTERCANTIK.COM – Anda pernah mengalami keputihan? Keputihan adalah keluarnya cairan berupa lendir dari vagina. Jika dibiarkan, keputihan bisa menyebabkan timbulnya peradangan ke saluran kencing, hingga terasa perih saat buang air kecil. Pada tingkat lanjut, bahkan keputihan bisa menjadi pemicu kanker serviks, jika tidak segera ditangani.

Bagaimana cara mengatasi keputihan sebelum terlambat? Mari kita simak artikel berikut.

Penyebab Keputihan

Keputihan bisa disebabkan karena adanya faktor-faktor:

  1. Infeksi oleh bakteri, virus, jamur, parasit, atau protozoa.
  2. Kesalahan cara membilas vagina setelah buang air besar atau buang air kecil. Cara membilas vagina yang benar adalah dari arah depan ke belakang ke arah anus, supaya kotoran atau bakteri dari daerah anus tidak terbawa ke area vagina.
  3. Gejala atau tahap awal dari kanker leher rahim atau kanker serviks.
  4. Adanya benda asing di dalam vagina (misalnya: alat kontrasepsi tertentu).

Gejala Keputihan

Jika Anda mengalami ciri ciri keputihan seperti di bawah ini, Anda perlu waspada:

  • Adanya cairan yang keluar dari vagina secara berlebih seperti mentruasi.
  • Cairan berwarna bening mengandung nanah, kental putih sampai kehijauan.
  • Bau tidak enak seperti bau amis.
  • Bengkak, gatal dan terasa panas.

Mengobati Keputihan Secara Alami

Sekarang ini memang banyak sekali obat keputihan yang dapat dikonsumsi secara langsung berupa kapsul atau tablet yang terbuat dari bahan kimia maupun ekstrak tanaman herbal. Ada pula obat cair yang dibasuhkan pada vagina untuk mengurangi dan mematikan bakteri penyebab keputihan.

Namun, sebaiknya Anda berhati-hati dengan obat-obatan tersebut, karena bagaimanapun efek sampingnya bisa berbahaya jika Anda tidak berkonsultasi dengan dokter ahli terlebih dahulu.

Untuk cara yang lebih aman, Anda bisa menggunakan:

  1. Daun Sirih. Daun sirih mengandung zat-zat yang mampu mematikan kuman, juga antioksidan dan anti jamur. Rebus 10 helai daun sirih yang telah dibersihkan, dengan 2 liter air selama 5 menit, tunggu hingga hangat, gunakan untuk membasuh vagina secara teratur 3 kali seminggu.
  2. Lidah Buaya. Lidah buaya mengandung vitamin C dan E yang merupakan antioksidan alami, serta antiseptik, antijamur, antibakteri dan antivirus. Potong daging lidah buaya dan haluskan, rebus  bersama 2 gelas air dengan  5 lembar daun sambiloto , tunggu hingga hangat dan gunakan untuk membasuh vagina , lakukan 2 kali sehari.
  3. Sambiloto. Sambiloto mengandung laktone, homoandrografolid, flavonoid, alkane, keton, aldehid, mineral, asam kersik dan damar . rebus 3 batang sambiloto rebus bersama 4 gelas air hingga menjadi 2 gelas air, saring dan minum 3 kali sehari dengan dosis ¾ gelas sekali minum.

Cara Merawat Daerah Kewanitaan

Selain melakukan pengobatan dari dalam, vagina juga sebaiknya dijaga kesehatannya agar keputihan tidak datang kembali, dengan cara:

  1. Bersihkan vagina dengan benar setiap Anda ke toilet dan ketika tubuh berkeringat karena aktivitas berat.
  2. Bersihkan vagina dengan menggunakan produk pembersih yang terbuat dari bahan susu yang dapat menjaga pH seimbang serta meningkatkan flora untuk membunuh bakteri jahat. Hindari sabun antiseptik dalam jangka panjang, karena sifatnya agak keras.
  3. Hindari pakaian dalam yang ketat dan lembab.
  4. Gunakan pakaian dalam dari bahan katun yang mampu menyerap keringat.
  5. Sediakan selalu pakaian dalam cadangan untuk berjaga-jaga jika pakaian dalam Anda perlu diganti.
  6. Jangan malas mengganti pembalut saat menstruasi.
  7. Gunakan panty liner saat perlu saja, jangan terlalu sering.
  8. Hindari bedak pengharum vagina, karena justru akan mengundang jamur.
  9. Gunakan celana luar yang berpori, tidak terlalu ketat.
  10. Hindari stress dan kelelahan.

**

Ingat, kesehatan daerah kewanitaan tidak kalah penting dengan kecantikan wajah dan penampilan Anda!

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *