Cara Menjaga pH Kulit Tetap Seimbang

Loading...

DOKTERCANTIK.COM – Apakah produk perawatan kulit kamu sudah mencantum kata “pH balanced” pada kemasannya? Dan apakah kamu tahu apa maksudnya? Yuk, kita kupas mengenai pH balanced pada produk perawatan kulit.

Secara alami,  kulit kita didesain untuk melawan infeksi dan mempertahankan tubuh dari tekanan atau serangan lingkungan sekitar dan kemampuan tersebut dipengaruhi oleh derajat pH. Derajat pH kulit mengacu pada asam atau basa. Jika dilihat dari skalanya 1-14, maka 1 adalah yang paling asam dan 14 adalah yang paling basa, dan 7 adalah netral.

Kulit kita memiliki lapisan tipis dan berfungsi sebagai pelindung pada bagian permukaan terluarnya, dan biasa disebut sebagai lapisan asam. Lapisan asam ini terbuat dari sebum (asam lemak bebas) yang diekskresi dari kelenjar sebaceous kulit, yang mana bercampur dengan laktat dan asam amino dari keringat untuk menghasilkan pH kulit, yang secara ideal seharusnya pH nya sedikit asam, yaitu sekitar 5,5.

Banyak faktor yang dapat mengganggu keseimbangan pH dari lapisan asam kulit tersebut, baik eksternal maupun internal. Seiring bertambahnya usia, kulit kita menjadi semakin asam yang merupakan respon terhadap gaya hidup dan lingkungan kita. Segala sesuatu yang bersentuhan dengan kulit kita (produk, rokok, udara, air, matahari, polusi) dapat berkontribusi merusak lapisan asam, mengganggu kemampuan kulit untuk melindungi dirinya sendiri.

Menjaga pH lapisan asam agar tetap optimal

Lapisan asam merupakan suatu bentuk yang efektif sebagai perlindungan, tapi jika derajat pH kamu terlalu basa atau terlalu asam, lapisan tersebut akan terganggu dan menghasilkan kondisi kulit menjadi seperti dermatitis, eczema, dan rosacea.

Suatu produk perawatan kulit mungkin dapat mengklaim bahwa produk tersebut “pH balanced”, tapi kamu dapat memastikan pH yang sebenarnya dari produk tersebut dengan menggunakan alat test pH yang dapat dibeli di apotek.

Kebanyakan sabun pencuci wajah, termasuk sabun batangan dan cair, cenderung terlalu basa untuk kulit, pada umumnya mereka menghilangkan minyak alami kulit yang menyebabkan kulit kering dan iritasi. Kulit yang terlalu basa lebih rentan mengalami jerawat karena kondisi asam dibutuhkan untuk menghambat pertumbuhan bakteri di kulit.

Penggunaan suatu senyawa sodium lauryl sulfat sebaiknya dihindari, karena senyawa tersebut bersifat basa dengan derajat pH sekitar 10 dan dapat membuat kulit menjadi sangat kering dan menyebabkan iritasi. Pilihlah sabun dan toner yang bersifat sedikit asam (sekitar 5).

Yuk, mulai perhatikan produk kecantikan yang kita pakai untuk menjaga kondisi kulit kita sendiri. Karena kulit adalah pertahanan tubuh pertama tubuh kita dari serangan-serangan bakteri, virus, jamur, tekanan lingkungan, dan lain-lain.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *