Fashion, Body Image dan Anorexia

Loading...

DOKTERCANTIK.COM – Seminggu belakangan ramai diberitakan parlemen Perancis dengan sangat keras melawan fenomena anorexia di negaranya dan industri pertama yang terdampak adalah fashion, bahkan apa yang terjadi di dunia fashion inilah yang menjadi pemicu utama digagasnya peraturan baru.

Seperti diketahui Perancis adalah kiblat fashion dunia. Kualitas unggul dan terbaik yang pernah ada. Pengorbanan dan persaingan ketat dan keras jelas ada. Desainer selalu membutuhkan wanita super langsing untuk peragaan busana. Untuk menjawab tuntutan itu para agency model hanya menerima dan merekrut para wanita-wanita berbadan kurus saja.

Sejalan dengan itu, para wanita yang ingin menekuni bidang ini tidak punya pilihan lain selain berupaya memiliki badan yang super langsing, agar nantinya bisa diterima dengan baik di industri ini. Gayung bersambut, masyarakat terutama mereka para remaja perempuan akan senantiasa diberi tontonan para wanita kurus berlenggak lenggok di catwalk, dengan sendirinya tertanamlah di benak masyarakat sebuah body image : bahwa cantik itu harus kurus.

Lingkaran setan pemikiran inilah yang belakangan digugat oleh parlemen karena tidak tanggung-tanggung, penderita anorexia semakin meningkat di Perancis. Para remaja perempuan semakin hari berjuang semakin kurus untuk menyesuaikan diri pada body image tadi.

Apa itu Body Image?

Body image adalah perspektif seseorang terhadap bentuk tubuhnya seperti cantik itu harus langsing, cantik itu harus putih, dan sebagainya. Body Image ini akan menjadi pola yang diikuti. Orang yang tidak sesuai dengan body image dianggap tidak menarik sehingga mengalami tekanan tersendiri.

Apa itu Anorexia?

Anorexia adalah gangguan makan yang disebabkan ketakutan yang tidak beralasan akan naiknya berat badan. Penderitanya akan membatasi makanan yang dikonsumsi karena tidak ingin semakin gemuk. Penyebab utama anorexia memang belum ditentukan oleh para ahli. Genetik dan masalah psikologis saat anak-anak memiliki pengaruh. (medicinenet.com, 2014) Namun, salah satu penyebab yang turut berperan adalah body image yang didukung dunia fashion tadi.

Nama-nama seperti Luisel Ramos, Bethaney Wallace, Eliana Ramos, Ana Carolina Reston dan terakhir Isabelle Caro adalah cerita nyata betapa anorexia amat menghantui industri fashion dan memakan korban. Nama terakhir (Isabelle Caro) cukup menyita perhatian publik karena di tengah upayanya mengkampanyekan no-anorexia, model dan juga aktivis ini justru menemui maut karena gangguan makan tersebut. Kematiannya pulalah yang semakin memicu banyak negara untuk melindungi generasi mudanya dari fenomena anorexia.

Aturan Mengenai Anorexia

Tidak hanya Perancis yang serius menangani masalah ini. Italia, Spanyol dan Israel pun sudah mengeluarkan aturan. Beberapa negara Eropa lainnya akan mengikuti langkah yang sama. Dalam kerangka perlindungan kesehatan publik, maka diaturlah body mass index (BMI) yang harus dimiliki para model yaitu 18,5. Bagi model dan para agency yang memperkerjakan model dengan BMI yang tidak sesuai akan dikenakan hukuman berupa penjara dan denda. Jumlah dendanya cukup membuat pusing yaitu 962 juta rupiah.

Pihak yang berada di balik situs-situs penurun berat badan secara ekstrim, dapat dipidana dengan hukuman penjara selama setahun dan denda hingga 100.000 euro atau Rp 1,2 miliar. Iklan harus menerakan notifikasi bahwa model yang tampak kurus adalah hasil rekayasa digital.

**

Pro-kontra tetap ada. Terutama yang kontra mengatakan bahwa berat badan bukanlah indikator kesehatan, karena banyak model yang memang alami terlahir dengan tubuh kurus.  Bagaimana dengan Indonesia? Kekhawatiran yang sama sudah saatnya kita antisipasi karena kaum wanita Indonesia pun menganut body image tertentu.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *