Stroke, Ancaman Hidup No 1 di Indonesia

Loading...

DOKTERCANTIK.COM – Dalam rangka merayakan World Health Day yang jatuh setiap tanggal 7 April, yuk kita bahas kesehatan di Indonesia. Menurut data statistik dari World Health Organization (WHO), stroke adalah penyebab kematian nomer satu di Indonesia seperti terlihat pada tabel dikutip dari website WHO who.int/gho/en/. Hal ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbang Depkes). Berdasarkan data, sejak tahun 2000 hingga saat ini belum ada perbaikan yang signifikan dari masalah kesehatan ini.

Salah satu penyebab mengapa stroke masih menjadi penyebab no 1 kematian di Indonesia adalah karena kurangnya awareness masyarakat terhadap pengendalian tekanan darah tinggi atau hipertensi yang merupakan faktor penyebab terjadi stroke.

Stroke adalah suatu penyakit yang merusak pembuluh darah yang berfungsi untuk memberi asupan darah ke otak. Stroke terjadi ketika pembuluh darah ke otak diblok oleh gumpalan atau bekuan darah (disebut ischemic stroke) atau pembuluh darah yang pecah (disebut hemorrhagic stroke).

Ketika hal tersebut terjadi, ada bagian dari otak yang tidak lagi menerima asupan darah dan oksigen yang terkandung dalam darah tersebut, yang kemudian menyebabkan sel otak mati. Otak berfungsi mengendalikan gerakan-gerakan dan pikiran-pikiran, sehingga selain stroke merusak otak, stroke juga mengganggu kemampuan berpikir dan kendali fungsi tubuh. Stroke dapat merusak ingatan, penglihatan, kemampuan berbahasa, dan lain-lain.

Gejala Stroke

Tanda-tanda seseorang terserang stroke:

  • Mati rasa atau lemah secara tiba-tiba di bagian wajah, lengan, atau kaki (khususnya pada salah satu sisi tubuh, kiri atau kanan)
  • Tiba-tiba penglihatan buram atau penglihatan mengalami penurunan di salah satu mata atau keduanya
  • Tiba-tiba tidak mampu menggerakkan bagian tubuh tertentu (lumpuh)
  • Tiba-tiba pusing atau sakit kepala dengan disertai mual dan muntah
  • Kesulitan berbicara atau mengerti suatu kata atau kalimat sederhana
  • Kesulitan menelan
  • Pusing-pusing, kehilangan keseimbangan
  • Mendadak hilang kesadaran/pingsan
  • Tiba-tiba mengalami kebingungan

Apakah stroke bisa diobati?

Stroke yang disebabkan oleh gumpalan/bekuan darah atau disebut juga ischemic stroke, dapat ditangani dengan diberikan thrombolytic therapy, yang biasanya diberikan melalui injeksi karena saat ini obat yang tersedia hanya ada dalam bentuk injeksi. Sedangkan, stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah atau disebut dengan hemorrhagic stroke lebih sulit untuk diatasi, salah satu treatment yang mungkin adalah dilakukan operasi. Dan harus dengan konsultasi dengan ahli bedah.

Hemorrhagic stroke tidak boleh diobati dengan thrombolytic therapi karena malah dapat membahayakan nyawa pasien. Oleh karena itu, sebelum ditangani, harus diketahui dulu penyebab terjadinya stroke.

Apakah stroke dapat dicegah?

Stroke dapat dicegah. Faktor resiko yang dapat dikendalikan untuk mencegah stroke antara lain:

  • Tekanan darah tinggi (tinggi = lebih dari 140/90)
  • Atrial fibrillation (ritme jantung yang tidak teratur)
  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Kolesterol total yang tinggi
  • Rokok
  • Alkohol
  • Berat badan berlebih
  • Adanya coronary artery disease

Untuk mencegah stroke, sangat penting untuk rutin mengecek tekanan darah secara rutin dan juga kolesterol, mengontrol gula darah, berhenti merokok, lakukan olah raga, dan jaga berat badan tetap sehat.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *