4 Penyebab Halitosis yang Sebaiknya Diketahui

Loading...

DOKTERCANTIK.COM – Hampir sebagian besar orang mengalami yang namanya halitosis atau disebut juga dengan bau mulut. Gejala paling utama dari halitosis ini yaitu bau napas yang tidak sedap ketika berbicara. Dengan kata lain, jika kamu berbicara dengan orang lain dengan jarak yang dekat, maka sudah pasti orang tersebut mencium aroma tidak sedap dari mulut. Sehingga bau mulut sering membuat orang tidak percaya diri untuk berbicara.

Bau mulut yang selalu dirasakan oleh setiap orang yaitu bau mulut pada pagi hari saat bangun tidur. Bau mulut pada kondisi ini disebabkan karena tidak aktifnya otot-otot di rongga mulut dan berkurangnya aliran air ludah ketika tidur. Bau mulut ini bisa hilang setelah kamu berkumur-kumur atau menggosok gigi.

Selain kekurangan aliran air ludah, bau mulut juga bisa disebabkan karena berbagai faktor lainnya. Di antara beberapa penyebab bau mulut lainnya yaitu:

Gingivitis

Gingivitis merupakan kondisi gusi yang membengkak, lunak, merah, dan ngilu. Penyakit ini bisa disebabkan karena bakteri yang berkembang biak di gusi atau pada bagian pangkal gigi. Gingivitis bisa menimbulkan bau mulut karena gusi yang tengah mengalami infeksi itu sendiri. Selain itu, bakteri penyebab bau mulut juga banyak berkembang di gusi dan gigi saat gingivitis itu terjadi.

Makanan Tertentu

Beberapa jenis makanan tertentu seperti bawang putih, jengkol, petai, durian, atau makanan lain yang berbau khas bisa meninggalkan bau mulut. Hanya saja, bau mulut yang disebabkan karena makanan ini biasanya hanya bersifat sementara saja. Orang yang mengkonsumsi petai akan langsung diketahui dari aroma napasnya saat berbicara dekat dengan orang lain, apalagi jika ia tidak menggosok gigi terlebih dahulu.

Hal ini disebabkan karena bau khas dan sisa-sisa makanan tersebut ikut mengendap dalam mulut. Untuk itu, setelah mengkonsumsi makanan berbau khas seperti disebutkan di atas ada baiknya langsung menggosok gigi atau berkumur-kumur agar baunya bisa berkurang.

Selain makanan, beberapa jenis minuman tertentu juga bisa meninggalkan bau di mulut seperti alkohol misalnya. Alkohol bisa mengurangi produksi air ludah, sehingga mengiritasi jaringan mulut. Hal ini tentu memperparah bau mulut.

Peradangan dan Infeksi Amandel

Orang yang menderita amandel tingkat kronis juga bisa membuat bau mulut yang tidak sedap. Hal ini disebabkan karena terjadinya infeksi pada amandel. Bau yang lebih parah akan dirasakan manakala amandel meradang atau bahkan meletus.

Untuk mencegah hal ini, maka ada baiknya sembuhkan penyakit amandel yang infeksi atau meradang tersebut dengan cara berkonsultasi atau berobat ke dokter. Pasalnya, amandel yang meradang dan infeksi tidak hanya menimbulkan bau busuk, tetapi kesulitan untuk menelan.

Kurangnya Kebersihan Mulut

Ini menjadi penyebab pasti kenapa kamu bisa mengalami masalah mulut. Mulut yang jarang dibersihkan akan membuat bakteri mudah bersarang karena plak dan sisa makanan yang menumpuk di sela-sela gigi. Inilah yang kemudian menimbulkan bau yang tidak sedap ketika berbicara. Untuk itu, bersihkanlah gigi secara teratur setidaknya dua kali dalam sehari.

***

Selain karena beberapa poin di atas, bau mulut atau halitosis juga bisa disebabkan karena adanya gangguan pada lambung. Orang yang memiliki masalah pada lambungnya seperti infeksi atau maag kronis bisa menyebabkan bau mulut.

Selain itu, orang dengan lambung normalpun sebenarnya juga bisa mengalami bau mulut manakala ia tidak makan dalam waktu yang lumayan lama. Kondisi ini akan membuat asam lambung naik dan tidak teralirkan ke usus.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *