Food Combining, Rahasia Sehat Dan Berat Badan Ideal

Loading...

DOKTERCANTIK.COM – Dahulu kala, nenek moyang kita lebih banyak melakukan pekerjaan fisik dan pulang ke rumah dengan banyak memakan makanan seperti daging, nasi, telur dan bahkan yang manis-manis tanpa adanya efek samping. Mereka mempunyai stamina perut yang baik dan mampu mengkonsumi apa saja.

Nenek moyang kita juga mempunyai ekosistem internal yang lebih sehat. Suatu ekosistem internal tubuh yang sehat dibangun oleh microflora (bakteria baik) yang ada di dalam usus dan menjaga kita agar sehat dan kuat. Ekosistem internal yang sehat juga berarti banyak bakteri baik yang membantu dalam mencerna makanan yang anda makan.

Seiring berjalannya waktu, pengenalan akan antibiotika, bahan pengawet dan kemajuan dalam pemrosesan makanan, disertai dengan gaya hidup yang rentan stress, telah merusak ekosistem internal kita. Ekosistem internal tubuh yang tidak sehat akan mengarah pada kelelahan, kesehatan yang menurun dan organ pencernaan yang tidak berfungsi secara efisien.

Oleh karena itu salah satu pola makan yang disarankan saat ini adalah ‘Food Combining’. Apakah Food Combining & apa saja manfaatnya untuk tubuh? Simak uraian tentang food combining, rahasia sehat dan berat badan ideal, yang disadur dari bodyecology.com.

Mengenal Food Combining

Food Combining adalah pola makan dengan teknik mengkombinasikan makanan sehingga makanan dapat di proses atau di cerna secara lebih efektif dan efisien. Berikut ini 3 petunjuk mudah dalam ‘Food Combining’ :

#1) Makanlah Buah

Hindari buah yang banyak mengandung gula. Karena gula hanya akan mendukung bakteri jahat untuk berkembang. Contoh buah yang tidak banyak mengandung gula adalah lemon, jeruk, jerik nipis, Jus yang tidak diberi gula, anggur, kiwi hijau, strawberry, nanas dan delima.

Mulai pagi Anda dengan segelas air hangat dan jus lemon untuk hidrat tubuh Anda dan untuk membersihkan sistem pencernaan Anda.

#2) Makanlah Protein & sayuran & hindari yang mengandung tepung

Saat anda mengkonsumsi protein seperti Ikan, Daging, dan telur, perut anda mengeluarkan asam klorida dan enzim pepsin untuk memecah makanan dalam lingkungan yang sangat asam.

Ketika Anda makan makanan bertepung seperti kentang atau roti, perut Anda mengeluarkan enzim ptyalin yang menciptakan kondisi basa. Jika anda memakan keduanya, mereka akan saling menetralkan satu sama lain dan menghambat pencernaan. Hal itu juga akan menunjang tumbuhnya bakteri jahat (pathogen).

Untuk mencegah ini, hindari mengkombinasikan protein dan tepung (Termasuk semua jenis tepung, beras, dan kentang) dalam satu piring. Melainkan kombinasikan dengan sayur seperti : sayur hijau-hijauan, broccoli, asparagus, wortel, bayam, kol, selada, kacang polong, bawang putih, dan ketimun. Jenis sayur-sayur ini sangat mudah dicerna.

#3) Kombinasikan Karbohidrat dengan sayur

Kurangi jenis sayur yang bertepung seperti : kacang-kacangan, kacang polong, jagung, dan kentang. Bit merah adalah satu-satunya kentang yang baik karena mereka memiliki gula lebih sedikit dari jenis kentang lainnya.

Catatan :

  1. Tunggulah 3 jam setelah makan makanan berbasis gandum sebelum Anda makan makanan berprotein.
  2. Setelah makan protein, dibutuhkan selang waktu 4 jam untuk sepenuhnya tercerna.
  3. Jangan minum air dingin selama makan. Secangkir teh hangat lebih disarankan karena akan membantu pencernaan. Minum air 15 menit sebelum Anda makan atau 1 jam setelah makan.

Dengan food combining ini, Anda akan terbiasa untuk makan makanan sederhana yang menyehatkan tubuh Anda. Daya cerna makanan Anda akan menjadi lebih baik dan memasok tubuh Anda dengan nutrisi lebih efektif dan efisien.

Jika pencernaan Anda membaik, maka anda akan memiliki lebih banyak energi dan vitalitas, membebaskan tubuh anda untuk meraih keseimbangan, menyembuhkan nya dan tentunya tetap langsing alami!

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *