Mitos Seputar Kesehatan Yang Banyak Beredar di Masyarakat

Loading...

DOKTERCANTIK.COM – Begitu banyak mitos yang beredar di masyarakat kita, tak terkecuali mitos di bidang kesehatan. Sebelum mempercayainya lebih baik baca terlebih dahulu ulasan berikutini karena tak jarang mitos yang kebenarannya masih diragukan. Di antara adalah:

Jika anak demam digosok dengan bawang merah

Bawang merah memang dikenal banyak manfaat bagi kesehatan. Bawang merah dipercaya mengandung zat yang bersifat bakterisida (membunuh bakteri), vitamin C, kalium, serat, asam folat, dan beberapa enzim pertumbuhan.

Meskipun kaya manfaat, menggosok bawang merah pada kulit anak yang demam bukanlah hal yang dibenarkan, karena sifat bawang yang iritatif akan menimbulkan gangguan kulit anak atau bayi yg masih sensitif. Terlebih lagi akan menimbulkan bau yang tidak sedap sehingga menyulitkan dokter memeriksa anak anda.

Pemberian bubur jagung pada cacar air

Entah darimana asalnya mitos ini, pemberian bubuk jagung pada kulit yang mengalami cacar justru akan menimbulkan infeksi tambahan. Cacar sendiri disebabkan oleh virus Varicella zoster. Virus akan mati jika dilawan oleh antibodi tubuh alami kita atau dengan pemberian obat anti virus. Bubuk jagung yang ditaburi diatas lesi cacar yang pecah dan berarir menyebabkan luka menjadi “benyek” sehingga memudahkan bakteri atau jamur tumbuh di sana.

Bisul dan bintitan disebabkan oleh banyak makan telur

Bisul (furunkel) adalah infeksi kulit yang meliputi seluruh folikel rambut dan jaringan subkutaneus di sekitarnya. Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus, tetapi bisa juga disebabkan oleh bakteri lainnya atau jamur. Sedangkan bintitan (hordeolum) adalah penyakit yang menyerang kelopak mata,, merupakan infeksi yang akut (umumnya disebabkan oleh stafilokokkus) yang melibatkan kelenjar pada kelopak mata.

Jelas bahwa penyebab dari kedua hal di atas adalah infeksi, bukan karena memakan banyak telur. Telur sendiri mengandung banyak protein yang fungsinya sebagai zat pembangun tubuh.

Jika anak demam, gunakan baju tebal dan tutup dengan selimut

Panas tubuh yang dihasilkan dari suatu proses infeksi dan sebagainya, seharusnya diturunkan dengan antipiretik (obat penurun panas) dan dengan pengompresan. Penggunaan baju tebal pada anak pada saat demam akan menghambat proses perpindahan panas dari tubuh anak ke lingkungan, akibatnya panas tubuh akan tetap tersimpan dan mengakibatkan hiperpireksia. Hati-hati, panas tubuh yang terlalu tinggi pada anak (hiperpireksia) dapat menyebabkan kejang.

Mengompres anak dengan air dingin atau air hangat

Mengompres dahi anak dengan air dingin akan terlalu mempercepat proses penurun suhu tubuhnya sehingga akan menimbulkan keadaan hipotermi, Sementara mengompres dengan air hangat akan menyebabkan panas akan berpindah ke tubuh anak dan menyebabkan demamnya justru akan meningkat. Gunakanlah kompres air bersuhu ruangan jika anak demam.

Tidak memandikan anak saat batuk pilek biasa

Mitos kesehatan satu ini banyak dipercayai masyarakat, sehingga bila sakit umumnya kita akan menghindari mandi. Hal ini salah karena dengan mandi membantu mengurangi resiko infeksi dengan menjaga kebersihan badan kita. Badan yang tidak mandi banyak mengandung kuman-kuman yang justru akan memperparah kondisi sakit.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *