Skoliosis; Apakah Hanya Bentuk Tubuh Yang Salah?

Loading...

DOKTERCANTIK.COM – Apakah Anda pernah memperhatikan bentuk tubuh Anda? Apakah Anda lebih menyadarinya pada saat berdiri, berjalan, atau saat membawa diri Anda sendiri? Bagaimana kelihatannya?

Pernahkah Anda mulai merasa longgar saat memakai baju? Apakah Anda menghindari memakai kebaya, baju yang ketat, menghindari pergi ke pusat kebugaran atau baju renang?

Apakah Anda memperhatikan adanya bentuk wajah yang tidak simetris? Adakah perbedaan tinggi pada bahu atau pinggul, lekukan pinggang yang tidak sama, tulang belikat yang lebih menonjol satu sisinya, atau bungkuk?

Apakah ini berefek pada rasa percaya diri Anda? Apakah ini menjadi masalah estetika bagi Anda? Apakah ini berefek pada kecantikan Anda? Dan yang paling penting, apakah ini berefek pada kesehatan Anda?

Kami telah menangani banyak pasien dengan keluhan seperti yang Anda rasakan. Di satu sisi, seorang ibu pasti ingin melihat anaknya kelak menjadi seorang putri dunia atau seorang Einstein, kami sering mendengarkan keluhan orangtua mengenai bentuk tubuh anaknya.

Apakah ini mempengaruhi cara orang lain melihat Anda? Apakah bentuk tubuh ini mempengaruhi harga diri dan kepercayaan diri Anda? Apakah ada sesuatu yang lebih menyeramkan daripada sekedar membungkuk?

Apakah Anda tahu bahwa skoliosis menyerang perempuan lebih banyak daripada laki-laki? Di beberapa artikel dijelaskan bahwa, Adolescent Idiopathic Scoliosis (AIS) ditemukan 10 kali lebih sering pada perempuan dibanding laki-laki, dengan perbandingan 11:1 [i].

Skoliosis adalah bentuk kelengkungan tubuh yang tidak normal atau perubahan bentuk dari tulang belakang. Berdasarkan American Academy of Orthopaedic Surgeons, posisi tubuh yang salah bukan penyebab skoliosis.[ii]

Disamping menyebabkan masalah estetika dan kosmetik, skoliosis akan berdampak pada tulang belakang. Setiap fungsi didalam tubuh kita dikontrol oleh otak. Otak akan mengirimkan pesan, sinyal, instruksi ke dan dari seluruh tubuh kita melalui spinal cord dan semua saraf akan mempersarafi semua organ, otot dan fungsinya.

Untuk melindungi spinal cord, tulang belakang kita bertindak seperti baju besi untuk membungkus kabel-kabel rapuh didalamnya. Di antara tulang-tulang ini, terdapat jalan keluar untuk saraf agar dapat mengantarkan sinyal dari dan ke otak, spinal cord dan seluruh tubuh kita.

Berdasarkan Gray’s Anatomy dan banyak buku-buku teks kesehatan lainnya, kenyataannya sistem saraf kita mengontrol dan mengkoordinasi semua organ dan struktur tubuh manusia. Skoliosis menyebabkan perubahan arah, tekanan yang tidak sama, atau bahkan iritasi pada saraf.

Ketika terjadi iritasi pada sistem saraf kita, hal ini akan berefek terhadap seluruh stuktur, organ dan fungsinya masing-masing. Kejadian yang paling mengejutkan adalah sebagian besar kondisi dalam tubuh kita bersifat asimptomatik (tidak bergejala).

Dilain pihak, beberapa orang memiliki pengalaman seperti nyeri pinggang, sakit kepala, dsb, yang dari waktu ke waktu, tubuh kita membuat pola aktivitas saraf yang sekarang menantang kesehatan Anda. [iii]

Apakah Anda memiliki skoliosis? Apakah Anda menderita sakit? Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi kami di 021 2933 9295 atau kunjungi halaman website kami www.SpineBodyCenter.com.

————

Dr Anthony Fong B.Med.Sc. (U.Syd.), M.Chiro.) – Accredited SpineCor® (UK) Scoliosis Consultant

[i] Ueno M, Takaso M, Nakazawa T, Imura T, Saito W, Shintani R, et al. A 5-year epidemiological study on the prevalence rate of idiopathic scoliosis in Tokyo: school screening of more than 250,000 children. J Orthop Sci. 2011 Jan;16(1):1-6. Epub 2011 Feb 4.

[ii] American Academy of Orthopaedic Surgeons. Website: http://orthoinfo.aaos.org/topic.cfm?topic=A00633

[iii] Sternberg EM. The Balance Within: The Science Connecting Health and Emotions  W.H. Freeman and Co. 2000.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *