Tips Cerdas Berpuasa Bagi Ibu Menyusui

Loading...

DOKTERCANTIK.COM – Sebagian wanita hamil dan menyusui merasa khawatir bahwa jika mereka berpuasa maka asupan nutrisi yang dibutuhkan janin atau bayi berkurang, sehingga berpengaruh pada perkembangan janin serta kesehatan bayi. Benarkah demikian?

Sesungguhnya, Anda tidak perlu takut janin Anda menjadi lemah atau bayi Anda sakit ketika Anda berpuasa, karena ternyata banyak sekali manfaat yang didapat baik bagi Anda maupun janin/bayi, tentunya apabila Anda menjalaninya dengan tepat, seperti yang diuraikan pada artikel berikut ini.

Manfaat Puasa bagi Ibu Menyusui

Menurut penelitian, puasa dalam waktu yang tidak berkepanjangan tidak akan mengurangi asupan nutrisi dan produksi ASI. Di antara beberapa manfaat puasa bagi ibu menyusui yaitu:

  1. Mencegah konstipasi, dengan cara mencukupi kebutuhan serat selama berpuasa, yang diperoleh dari sayuran. Kebiasaan mengonsumsi sayuran di saat sahur juga bisa membuat ibu menyusui menahan lapar lebih lama.
  2. Mencegah anemia, dengan cara meminum segelas susu setiap sahur. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat juga akan merangsang kelancaran ASI.
  3. Melengkapi ibadah. Sebagaimana halnya menikah, hamil, melahirkan, menyusui akan mendapat nilai lebih di mata Tuhan jika dijalani dengan ikhlas dan hanya mengharap berkah-Nya.
  4. Mendidik anak taat agama. Ibu merupakan teladan bagi anaknya. Bahkan sejak bayi dalam kandungan hingga ia dewasa, apa yang dilakukan sang ibu merupakan bagian dari pendidikan anak.

Tips Menjalani Puasa bagi Ibu Menyusui

Nah, supaya Anda tidak mengalami dehidrasi yang bisa menyebabkan kualitas ASI menurun selama berpuasa, Anda perlu mengikuti beberapa tips penting berikut:

Tidak hanya di bulan puasa, ibu menyusui memang harus banyak mengonsumsi makanan yang mengandung serat. Nah, apalagi di bulan puasa, saat ibu menyusui akan berpuasa selama hampir 13 jam tidak mengonsumsi makanan dan minuman.

  1. Banyak mengkonsumsi serat saat sahur. Lengkapi sahur Anda dengan sayur dan buah. Sebab kandungan serat banyak terdapat di sayuran.
  2. Minum segelas susu di setiap sahur dan berbuka. Susu mengandung protein dan kalsium yang dibutuhkan selama menyusui.
  3. Istirahat yang cukup. Untuk menjaga stamina dan produksi ASI selama berpuasa, luangkan waktu untuk tidur siang selama 60 menit, dan tetap beraktivitas di pagi dan sore hari. Ibu berpuasa akan lemas setelah menyusui. Istirahat sejenak akan mengembalikan energi serta kondisi psikologis ibu sehingga produksi ASI tetap lancar.
  4. Tetap makan tiga kali sehari. Demi pemenuhan gizi dan nutrisi serta kualitas ASI, pastikan ibu makan tiga kali sehari, yaitu saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih.
  5. Menjaga keseimbangan gizi. Ibu menyusui membutuhkan 700 kalori perhari, yang 500 kalorinya diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu, dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein, 20% lemak tiap kali makan, untuk hasilkan ASI berkualitas.
  6. Perbanyak konsumsi cairan. Saat berpuasa, cairan tubuh berkurang 2-3%. Usahakan sejak berbuka hingga sahur Anda minum air putih sebanyak dua liter, ditambah jus buah, air madu dan susu.
  7. Mengkonsumsi suplemen. Madu, kurma, habbatussauda, serta vitamin lainnya akan membantu menjaga kuantitas dan kualitas ASI.
  8. Tetap tenang dan percaya diri. Rasa cemas dapat menghalangi kerja hormon oksitosin dalam mengeluarkan ASI.
  9. Menyusui bayi lebih banyak saat malam setelah berbuka hingga waktu sahur. Pada dasarnya, kapan saja bayi bisa menyusu meskipun Anda berpuasa. Namun ketika berpuasa produksi ASI berkurang, sementara ASI berlimpah setelah Anda berbuka. Jika ibu bekerja, sebaiknya tetap memerah ASI di tempat kerja, karena jika ASI tidak dikeluarkan maka produksi ASI akan menurun.

**

Semoga Anda dan bayi Anda tetap sehat selama berpuasa. Selamat menjalankan ibadah puasa!

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *