Benarkah Marah Membuat Anda Cepat Tua?

Loading...

DOKTERCANTIK.COM – Pernahkah Anda merasa marah? Marah pada seseorang, misalnya anak, adik, suami, orang tua, tetangga, rekan kerja, atasan, teman sekolah, atau bahkan mungkin dengan orang yang belum dikenal? Marah pada suatu keadaan, seperti ketika macet, sakit, hujan lebat? Atau marah pada diri sendiri, saat bangun kesiangan, melakukan kesalahan, menyesali keputusan yang dibuat sendiri, dan lain sebagainya?

Hakikat, Tanda-tanda Marah dan Penyebabnya

Amarah sesungguhnya merupakan salah satu nafsu yang menjadi fitrah dari Allah SWT kepada manusia. Namun  demikian, Allah SWT dan RasulNya memerintahkan manusia untuk menahan nafsu tersebut demi menguji keimanan dan ketakwaannya.

Marah adalah perubahan dalam diri atau emosi yang dibawa oleh kekuatan dan rasa dendam demi menghilangkan gemuruh di dalam dada, dengan tanda-tanda seperti:

  • Urat dan otot mengejang
  • Wajah dan kedua mata memerah
  • Wajah cemberut dan dahi mengerut
  • Jantung berdebar
  • Berkata atau bersikap kasar

Perasaan marah bisa timbul karena:

1. Adanya gangguan medis secara fisik seperti:

  • Penyakit psikologis atau kejiwaan, berupa rasa cemas berlebihan, depresi, bipolar dan skizofrenia.
  • Hipertiroidisme, yaitu kelebihan produksi hormon tiroid.
  • Diabetes, akibat ketidakseimbangan kadar gula menyebabkan ketidakseimbangan kadar serotonin dalam otak.
  • Kerusakan sistem saraf pusat otak berupa dimensia, miningitis, tumor otak dan stroke.
  • Autisme, sensitif terhadap stimulasi sensorik berlebihan.
  • Ketergantungan alkohol, narkoba, obat tidur dan rokok.
  • Gangguan hormonal, seperti syndrome pra menstruasi (PMS) pada wanita.

2. Kurangnya iman dan ilmu, selain sebab-sebab di atas, yang menjadikan orang mudah marah dalah karena tidak memiliki iman yang cukup kuat dan ilmu yang memadai, di mana iman diperlukan untuk mengendalikan diri, karena menyadari akan kelemahan sebagai makhluk dan kekuatan Sang Pencipta, sedangkan ilmu dibutuhkan untuk berpikir panjang atas segala hal dan selalu berpikir positif.

Marah Menimbulkan Banyak Penyakit

Ketika Anda marah, kelenjar adrenalin memadati tubuh Anda dengan hormon stress, seperti adrenalin dan kortisol. Otak mentransfer darah dari usus ke otot untuk mempersiapkan kontak fisik. Denyut jantung, tekanan darah, dan temperatur tubuh meningkat dan kulit berkeringat.

Beberapa penyakit yang bisa timbul akibat marah adalah:

  1. Stress, karena tekanan mental dan emosi yang tidak terkendali dan salah satu bagian syaraf yakni hypotalamic pituitary menjadi hiperaktif.
  2. Tekanan darah tinggi, di mana tekanan darah meningkat dan irama napas menjadi cepat.
  3. Peradangan dan nyeri otot, karena pelepasan hormon kortisol menyebabkan otot melenturkan dan menerima serangan energi dalam sesaat.
  4. Cepat letih, karena marah cukup menguras energi.
  5. Sulit tidur, karena gelisah dan rasa tidak tenang.
  6. Melemahnya kekebalan tubuh, karena kondisi mental sangat berpengaruh pada tingkat kekebalan tubuh sehingga mudah sakit.
  7. Jantung,  karena detak jantung yang lebih cepat.
  8. Stroke, karena pembuluh darah di otak pecah akibat tingginya tekanan darah.
  9. Sakit kepala, karena pembuluh darah di otak yang berdenyut tidak menentu.
  10. Masalah pernapasan, terutama bagi penderita asma.
  11. Cemas berlebihan, karena emosi yang lebih sensitif.
  12. Depresi, yaitu stres berkepanjangan.
  13. Gangguan pencernaan, seperti refluks asam, maag, atau sembelit, dikarenakan kadar asam lambung meningkat.

Marah Memudarkan Kecantikan dan Menimbulkan Penuaan Dini

Rasa marah menegangkan otot-otot wajah hingga mengakibatkan keriput. Selain itu, tersebarnya hormon kortisol menyebabkan berkurangnya produksi kolagen pada kulit. Kolagen merupakan bahan utama yang membuat kulit awet muda, kencang dan kenyal. Kulit pun jadi lebih tua.

**

Jadi, marah bukanlah membuat Anda cepat tua dalam arti sebenarnya, yaitu bertambahnya usia. Marah akan memudarkan kecantikan Anda, mempercepat munculnya kerutan pada wajah sebelum waktunya, serta mengundang berbagai penyakit.

Nah, untuk mencegahnya, Anda harus lebih banyak bersabar, berpikir positif, memperkuat iman dan menghadapi segala persoalan dengan senyuman. Keep smile!

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *