Waspadai Virus dan Bakteri yang Sering Menyerang Wanita Hamil

Loading...

DOKTERCANTIK.COM – Seorang wanita akan merasa sangat bahagia dan sempurna manakala ia bisa hamil dan melahirkan anak yang sehat. Namun, banyak sekali permasalahan yang dilalui wanita hamil terlebih untuk kesehatannya sendiri.

Jika ia tidak bisa menjaga kesehatannya dengan baik, maka bayi yang ada dalam kandungannyapun juga akan ikut mendapatkan dampak buruk. Sehingga tidak heran banyak bayi yang lahir dengan kondisi premature, cacat atau menderita penyakit tertentu. Gaya hidup yang kurang sehat ataupun karena kebiasaan buruk tertentu akan mempermudah timbulnya penyakit dan infeksi pada wanita hamil.

Dipercaya atau tidak, banyak sekali virus dan infeksi yang sering mengintai wanita hamil dan jika ia terserang virus tersebut, maka bayi dalam kandungannyapun akan terganggu. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengetahui dan mencegah beberapa virus dan infeksi yang sering menyerang wanita hamil, berikut ini:

Toxoplasma Gondii

Salah satu virus yang sering menyerang wanita hamil yaitu Toxoplasma Gondii. Ia merupakan sejenis spesies protozoa parasit pada genus Toxoplasma. Parasit ini biasanya menyerang hewan, sehingga orang yang suka memilihara hewan peliharaan memiliki peluang untuk tertular parasit ini.

Salah satu bentuk Toxoplasma Gondii yaitu ookista, biasanya terbentuk dalam usus inang definitif, yaitu bangsa kucing. Jika ookista ini tertular atau tertelan oleh manusia ataupun hewan lainnya, maka ia akan berkembang dan memperbanyak diri dengan cepat membentuk tachyzoit. Jadi, Anda tidak hanya berpeluang tertular ookista dari kucing tapi juga dari hewan lain yang sudah terlebih dahulu tertular parasit ini.

Nah, tachyzoit inilah yang lambat laun menginfeksi janin dan berubah menjadi bradizoit yang berbahaya bagi kesehatan janin dan ibu seperti timbulnya flek yang berkepanjangan, janin tidak berkembang dengan sempurna,atau bahkan keguguran.

Rubella

Virus Rubella atau campak merupakan virus yang sering menyerang anak-anak, dewasa dan wanita hamil. Wanita hamil yang memiliki daya tahan tubuh rendah akan memiliki peluang besar untuk terserang virus ini. Pasalnya, virus ini bisa tertular dengn mudah melalui udara ataupun cairan tubuh seperti keringat.

Efek buruk yang ditimbulkan virus Rubella pada wanita hamil adalah mual, pusing, nyeri otot, dan timbulnya bercak merah pada kulit. Jika kondisi ini dibiarkan terus menerus, maka bisa menyebabkan keguguran atau bayi mengalami cacat lahir. Jika bayi lahir dengan membawa virus ini, kemungkinan besar mengalami congenital rubella syndrome.

Cytomegalovirus

Cytomegalovirus merupakan keluarga dari virus herpes. Ia umumnya menyerang sebagian besar wanita hamil, hanya saja bagi yang daya tahan tubuhnya tinggi virus ini tidak akan menimbulkan masalah.

Hanya saja jika kondisi tubuh ibu lemah dan daya tahan tubuhnya rendah, maka virus ini akan menyebabkan gangguan pada bayi, terutama gangguan pendengaran dan komplikasi infeksi. Selain itu, bayi yang lahir dengan menderita virus ini akan cendrung mengalami penyakit ikterus, pembesaran limpa, ruam dan berat badan yang rendah.Virus ini sangat mudah tertular melalui urin, mani, darah, air liur, dan air susu ibu.

Bakteri Vaginosis

Infeksi vagina yang paling sering terjadi pada wanita hamil adalah infeksi akibat bakteri Vaginosis. Sebenarnya bakteri ini tidak hanya menyerang wanita hamil, tetapi juga wanita yang tidak hamil sekalipun juga bisa terserang bakteri ini. bakteri vaginosis ini merupakan infeksi vagina yang disebabkan oleh bakteri Gardenella Vaginalis.

Timbulnya bakteri ini bisa disebabkan karena hubungan seksual yang kurang sehat dan karena kondisi vagina yang tidak bersih. Bakteri ini akan menyebabkan bayi lahir dengan kondisi premature dan infeksi rahim setelah melahirkan.

**

Nah, itulah beberapa virus dan infeksi yang sering mengintai wanita hamil. Anda bisa mencegahnya dengan menghindari faktor penyebab timbulnya virus tersebut. Selain itu Anda juga bisa menerapkan pola hidup yang sehat, tidak terlalu sering bermain dengan hewan, melakukan hubungn intim secara sehat dan membersihkan organ kewanitaan secara rutin. Semoga artikel ini bermanfaat.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *