7 Cara Menegur Anak dengan Bijak dan Benar

Loading...

Mendidik anak bukanlah perkaran mudah. Terlebih mendidik anak yang masih balita, diperlukan kesabaran lebih karena anak masih belajar memahami perasaan dan beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.

Sikap anak tidaklah selalu seperti yang kita harapkan. Terkadang anak dapat bersikap sulit diatur dan menguji kesabaran kita. Sebagai orang tua, kita memang diharuskan mampu mendidik anak sebaik mungkin.

Jika anak bersikap kurang baik, membiarkannya bukanlah hal yang benar. Akan tetapi, menegur anak pun tidak dapat dilakukan sembarangan karena anak sangat mudah mengingat dan meniru sikap yang kita tunjukkan.

Tak jarang emosi yang berlebihan saat memarahi anak dapat memberi pengaruh negatif pada psikis anak, terlebih jika melibatkan bentakan dan fisik, yang sangat tidak baik untuk dilakukan.

Lalu bagaimana cara menegur anak dengan bijak? Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan.

Mengenali Penyebab Kenakalan Anak

Saat anak bersikap nakal dan sulit diatur, tentu hal tersebut ada penyebabkan. Cobalah kenali penyebab anak bersikap demikian agar Anda dapat menegurnya dengan bijak.

Saat anak sulit diatur, hal tersebut dapat disebabkan oleh keinginan anak yang tidak terpenuhi, akibat gangguan teman atau orang lain terhadap anak dan lain sebagainya.

Mengenali penyebab sikap buruk anak dapat membuat Anak mengambil keputusan yang tepat untuk menegurnya.

READ:  Cara Membuat Lulur Zaitun

Mengambil Waktu untuk Menenangkan Diri

Emosi sering datang tiba-tiba dan membuat kita mudah marah. Begitu pula jika anak bersikap kurang baik dan menyulut amarah kita, mungkin kita dapat marah dengan cepat.

Saat kita sedang dalam emosi tinggi, sebaiknya usahakan menahan emosi Anda dengan cara menjauhi anak untuk beberapa saat.

Ambil jarak dengan memastikan anak berada dalam situasi yang aman, lalu tenangkan diri Anda. Perlahan carilah cara untuk menasehati anak Anda maupun cara menegur kenakalannya.

Posisikan Tubuh Anda Sejajar dengan Anak

Salah satu cara menegur anak dengan efektif adalah dengan memposisikan tinggi badan Anda sejajak dengan tinggi anak.

Dengan cara ini, mata Anda dan anak saling berhadapan, dan anak dapat lebih memahami bahwa Anda sedang mencoba menasehatinya dengan serius.

Tatap mata anak Anda ketika Anda sedang berbicara dengannya dan sentuh pundak atau tangannya dengan lembut agar dia mengetahui bahwa Anda mencoba berdiskusi dengan baik.

Sampaikan dengan Tegas

Seorang anak harus mengetahui alasan saat Anda sedang menegurnya. Sampaikah apa kesalahannya dan mengapa kesalahan tersebut tidak Anda sukai.

Hindari menyampaikan amarah tanpa sebab dan solusi karena anak tidak akan belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

READ:  7 Tips Ampuh Mencerahkan Bibir Gelap dengan Bahan Alami

Sampaikan dengan tegas dengan suara yang dalam serta gunakan kata-kata yang mudah anak pahami agar nasihat Anda tersampaikan dengan baik.

Selain itu, gunakan kata-kata yang positif, misalnya dengan menyampaikan bawah Anda akan lebih senang jika ia melakukan hal yang sebaliknya, agar anak terbiasa mendegar dan meluapkan kekesalan atau kekecewaan dengan positif dan tidak dengan emosi yang berlebihan.

Beri Hukuman dengan Batas Waktu Tertentu

Istilah time out sering digunakan untuk menghukum anak dalam beberapa rentang waktu tertentu, agar mereka dapat merenungkan kesalahannya dan meminta maaf dengan baik kepada Anda.

Mother scolding child sitting on stool in corner

Jika ia melakukan kesalahan yang tetap dilanjutkan meskipun Anda sudah menegurnya, letakkan anak pada posisi time out, misal di depan dinding, di sudut kamar dan katakan jika Anda ingin dia memikirkan kesalahannya hingga beberapa saat tertentu, misal 5 hingga 10 menit.

Setelah itu, Anda dapat menanyakan anak apa kesalahannya dan memintanya untuk menyampaikan permintaan maaf.

Jika anak masih tidak mau meminta maaf atau mengakui kesalahannya, ulangi posisi time out hingga ia mengakui kesalahannya.

Cara ini membutuhkan kesabaran tinggi, akan tetapi sangat efektif untuk membuat anak jera dan terbiasa mengakui kesalahan dan meminta maaf.

Ajarkan Tanggung Jawab bukan Ancaman

Jika anak Anda bersikap nakal dan tidak mau menuruti nasehat Anda, sebaiknya ungkapkan konsekuensi yang ia akan dapatkan jika tidak merubah sikapnya. Cara ini dapat meningkatkan rasa tanggung jawab pada anak.

READ:  Kulit Putih dan Sehat dengan Handbody Bengkoang

Misalnya saat ia mengganggu temannya, katakan bahwa konsekuensi yang ia dapatkan adalah teman yang tidak merasa nyaman dan kemungkinan ia tidak punya teman. Salah satu bentuk pendidikan karakter anak ini dapat membuat Anda lebih bertanggung jawab dan menjadi karakter yang lebih positif saat dewasa nanti.

Beri Pujian

Jika Anda mampu bersikap tegas pada anak Anda, maka Anda juga dapat bersikap menghargai sifat-sifat baiknya. Peluk dan cium anak Anda saat ia sudah meminta maaf dan mengakui kesalahannya.

Jangan sungkan untuk mengungkapkan pujian kepada anak jika ia telah melakukan hal yang baik. Anda juga dapat memberikan kejutan karena sifat baiknya atau usahanya untuk menuruti permintaan Anda.

Cara ini dapat memberi kesan positif pada anak Anda, bahwa sikap baiknya akan dihargai.

**

Itulah beberapa cara menegur anak dengan bijak dan benar. Usahakan untuk tidak memarahi anak dengan suara yang keras, gaya berbicara yang kasar maupun dengan ancaman agar anak tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan berkarakter positif saat ia tumbuh besar nanti.


Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *