Pahami Toksoplasma dengan Benar!

Loading...

DOKTERCANTIK.COM Toksoplasma selalu menjadi momok menakutkan, terutama bagi wanita, apalagi yang sedang hamil. Subjek yang sering dikambinghitamkan adalah kucing. Dengan anggapan yang salah, masyarakat malah seringnya menghindari kucing sama sekali. Kasihan si kucing. Memang kucing adalah salah satu media perantara toksoplasma, namun ingat ia bukan satu-satunya!

Simak uraian berikut ini untuk memahami toksoplasma secara benar.

1. Toksoplasma ada di kotoran kucing, bukan pada kucing

Toksoplasma adalah penyakit yang disebabkan oleh spesies parasit toksoplasma gondii yang jika menjangkiti wanita yang sedang hamil dapat mengganggu perkembangan janin, memicu keguguran atau bayi yang lahir tidak sepenuhnya sehat (menderita cacat/kekurangan). Bagi anda wanita yang belum menikah biasanya dilarang bermain dengan kucing dengan alasan akan susah hamil nantinya.

Dokter Hewan Yosefin Lingga (Antara News, 2015) mengatakan bahwa tidak semua kucing ada toksoplasma, jika pun ada fase penularannya sangat pendek yaitu 1-2 minggu. Kemudian, yang perlu anda waspadai adalah kotoran kucing, bukan si kucing (binatang), karena toksoplasma ada di kotoran kucing. Interaksi dengan kucing tidak masalah yang perlu anda hindarkan adalah bersentuhan dengan litter box (tempat kucing membuang kotoran).

Wanita hamil tetap aman memelihara kucing, asal dilakukan dengan benar. Pertama, bersihkan diri setelah berinteraksi dengan kucing. Bila perlu, ganti pakaian sekalian. Kedua, jaga kebersihan kucing. Mandikan dan bersihkan kucing seperlunya. 3. Berikan kucing makanan khusus, untuk menghindarkan toksoplasma dari makanan.

2. Tidak hanya kotoran kucing, toksoplasma pun berasal dari sumber lain

Toksoplasma menyerang binatang lain seperti anjing, kelinci dan babi. Lebih lanjut lagi, beberapa sumber yang bisa membawa toksoplasma adalah :

  • daging yang dimasak kurang matang.
  • buah-buahan dan sayuran yang tidak bersih karena sudah tercemar kotoran hewan yang mengandung toksoplasma gondii.
  • Gigitan serangga
  • Selain itu, manusia sendiri bisa membawa toksoplasma ke manusia lain diantaranya melalui transfusi darah dan transplantasi organ.

Penelitian yang dilakukan oleh Astrid M. Tenter, et all (2000) dimuat dalam International Jurnal of Parasythology menyebutkan tiga rute infeksi ( penularan) yaitu :

  • Secara horizontal melalui konsumsi (masuknya) makanan yang telah terinfeksi oocysts.
  • Secara horizontal melalui konsumsi (masuknya) cysts yang terdapat pada bahan makanan (yang belum dimasak) atau daging yang dimasak kurang matang atau jeroan media perantara.
  • Secara verikal melalui transmisi transplasental, yaitu melalui ibu ke janin yang dikandungnya, yang terinfeksi

3. Tindakan preventif dan pemeriksaan

Berikut beberapa tips sederhana untuk membantu anda bebas dari toksoplasma. Mudah dilaksanakan, asal mau sedikit “repot” saja.

  • Cuci tangan dengan bersih menggunakan sabun sesudah menyiapkan makanan, sebelum makan, setelah berkebun, setelah memasak dan setelah berinteraksi dengan binatang peliharaan seperti kucing dan anjing.
  • Memasakan makanan (khususnya daging) dengan matang sempurna
  • Cuci buah dan sayur dengan cairan pembersih sayur

Sedangkan untuk pemeriksaan yang bertujuan mengetahui anda terinfeksi atau tidak bisa mengunjungi dokter anda untuk pemeriksaan kadar imunoglobullin G (IgG) dan Imunoglobulin M (IgM) dalam darah atau pemeriksaan infeksi secara keseluruhan yang disebut dengan TORCH dimana tercakup pula pemeriksaan toksoplasma.  Hanya saja, IgG spesifik merujuk pada toksoplasma.

Apabila IgG dinyatakan positif, maka anda sedang terinfeksi toksoplasma. Pemeriksaan sangat disarankan bagi anda yang sedang merencanakan pernikahan dan wanita hamil. Bagi wanita hamil, monitoring melalui tindakan USG dapat mendeteksi apakah ada masalah pada janin sambil terus memantau pertumbuhannya. Karena itu jangan sampai lupa atau telat untuk USG.

Semoga bermanfaat.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *