Merkuri, Kandungan Berbahaya dalam Krim Pemutih Instan

Loading...

DOKTERCANTIK.COM – Menurut sebagian besar masyarakat Indonesia yang rata-rata memiliki kulit coklat dan sawo matang, kulit putih merupakan kulit terbaik. Sehingga, salah satu defenisi cantik menurut sebagian dari mereka yaitu memiliki kulit yang putih. Jika kulitnya hitam, maka dia tidak bisa dikatakan cantik. Tidak heran jika krim-krim pemutih, baik untuk memutihkan wajah atau bahkan memutihkan seluruh tubuh begitu laku di pasaran.

Pada dasarnya, krim pemutih instan yang saat ini sangat digandrungi para wanita untuk memutihkan kulitnya menyimpan resiko buruk bagi kesehatan kulitnya di kemudian hari. Prinsipnya, semakin cepat suatu produk kosmetik pemutih memutihkan kulit, maka semakin banyak pula zat kimia yang terkandung di dalamnya.

Nah, salah satu zat kimia berbahaya yang terkandung dalam kebanyakan produk pemutih instan yaitu merkuri. Meski bisa membuat kulit putih hanya dalam beberapa hari saja, tetapi bahan kimia yang satu ini ternyata juga ampuh merusak kulit dan menimbulkan penyakit berbahaya lainnya. Penasaran bukan?

Apa Itu Merkuri?

Merkuri atau air raksa merupakan logam berwarna keperakan yang berbentuk cair dan mudah menguap. Meski begitu, mercuri dalam bentuk cair juga bisa bisa memadt dalam tekanan dan suhu tertentu. Raksa atau merkuri ini banyak digunakan sebagai bahan amalgam gigi, barometer, dan peralatan ilmiah lainnya.

Pada dasarnya, merkuri ini bersifat toksik atau racun bagi tubuh baik akibat kontak kulit, makanan, minuman, atau terhirup. Nah, memakai kosmetik mengandung merkuri juga termasuk salah satu yang mengakibatkan masuk atau terserapnya merkuri dalam tubuh dan aliran darah melalui kulit.

Merkuri sering dipakai dalam kosmetik atau pemutih karena bahan ini bisa dengan cepat mengangkat atau menghancurkan epidermis atau lapisan kuit teratas, sehingga kulit akan lebih putih.

Bahaya Pemutih Merkuri

Bagi kulit, merkuri tidak hanya merusak epidermis, pigmentasi, atau jaringan kulit teratas, namun juga menimbulkan berbagai masalah lain yang pastinya akan membuat kamu merasa tidak nyaman.

Jika produk pemutih mengandung merkuri dalam kadar yang banyak, maka hanya dalam beberapa kali pemakaian saja, kamu sudah bisa merasakan kulit terasa terbakar jika terkena matahari, panas, dan ngilu saat disentuh. Dan dalam jangka panjang, pemakaian pemutih mengandung merkuri ini akan merangsang penyakit paling menakutkan, kanker kulit.

Ternyata tidak hanya sebatas pada kulit, pemutih mengandung merkuri juga menimbulkan sejumlah gangguan lain pada kesehatan tubuh. Merkuri meresap ke dalam tubuh melalui pemakaian krim pemutih merkuri ke kulit, kemudian dia akan masuk ke dalam darah dan akhirnya memasuki sistem saraf.

Di antara penyakit yang ditimbulkannya yaitu kepikunan, sakit kepala, gangguan penglihatan, gangguan emosi, insomnia, gagal ginjal, dan beberapa penyakit lain sebagai akibat keracunan merkuri dalam tubuh.

Inilah yang membuat merkuri dilarang dimasukkan dalam produk kosmetik ataupun pemutih kulit. Meski pemakaian merkuri dalam produk kosmetik sudah dilarang, akan tetapi masih banyak produsen nakal yang memasukkan zat berbahaya ini dalam kosmetik dengan alasan memperoleh untung.

***

Untuk itu, sebaiknya kamu perlu hati-hati dalam memilih produk pemutih tertentu. Pastikan bahwa produk pemutih yang kamu beli adalah produk kosmetik yang sudah mendapatkan ijin edar. Ada baiknya kamu memilih pemutih kulit yang alami seperti misalnya vitamin C atau dari tumbuhan herbal tertentu. Meski hasilnya agak lama tapi setidaknya ia tidak merusak kulit.

Sebagai upaya pencegahan, maka sebaiknya kamu juga tau ciri-ciri produk pemutih yang mengandung merkuri. Beberapa ciri-ciri tersebut yaitu warna krim yang agak mengkilat, bau menyengat, kulit langsung perih saat penggunaan, dan perih jika terpapar matahari.

Jika beberapa ciri-ciri ini kamu dapati, maka sebaiknya segera hentikan penggunaan pemutih tersebut ya.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *