Tips Menyapih Anak Usia 2 Tahun ke Atas

Loading...

ASI sangat penting bagi bayi sebagai sumber asupan nutrisi dan gizi. Pada umumnya, ASI diberikan kepada anak berusia 0 hingga 6 bulan. Setelah itu, ibu dapat memberikan makanan pendamping ASI hingga si kecil berusia 2 tahun.

Pemberian ASI hingga anak berusia 2 tahun dianggap cukup dan biasanya sang ibu akan menghentikan kebiasaan memberi ASI pada anak yang kita kenal sebagai menyapih.

Menyapih bukanlah perkara mudah, karena anak telah terbiasa meminum ASI dan sebuah kebiasaan tidaklah mudah dirubah atau dihentikan. Itulah sebabnya tak sedikit anak yang melanjutkan meminum ASI meskipun telah berusia lebih dari 2 tahun.

Jika anak Anda berusia 2 tahun ke atas dan masih diberikan ASI, mungkin beberapa tips di bawah ini dapat membantu Anda menyapih anak Anda.

Kurangi Jadwal Memberi ASI

Mengubah atau menghentikan kebiasaan memberi ASI tidaklah mudah dan sebaiknya dilakukan secara perlahan. Dapat dikatakan bahwa seorang anak tidak mungkin berhenti meminum ASI dalam 2 atau 3 hari.

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan mengurangi frekuensi memberi ASI secara bertahap dari hari ke hari. Jika Anda biasa memberi ASI 5 hingga 6 kali sehari, Anda dapat menguranginya menjadi 4 kali, 3 kali hingga seterusnya sampai Anda sama sekali tidak memberi ASI.

READ:  Tips Kecantikan Ibu Rumah Tangga

Hal ini tidak hanya membuat anak kaget atas perubahan yang drastis, namun juga baik untuk kondisi payudara ibu yang dapat beresiko mengalami nyeri dan bengkak.

Ubah Kebiasaan Memberi ASI Sebelum Tidur

Ibu biasanya memberi ASI sambil menidurkan anak, hal ini dapat membuat anak terbiasa menyusu jika ingin tidur.

Usahakan untuk mengganti kebiasaan memberi ASI sebelum tidur dengan aktivitas lainnya, seperti membacakan cerita, bermain, dan lain sebagaianya, agar anak terbiasa melakukan hal lainnya selain menyusu. Selain itu, ubah juga cara menggendong anak seperti saat ia masih menyusu.

Komunikasikan dengan Anak

Komunikasi adalah kunci dari berhasilnya proses menyapih karena anak berusaha 2 tahun atau lebih sudah dapat berkomunikasi dan berlajar memahami situasi.

Komunikasikan dengan anak Anda dengan menjelaskan mengapa ia perlu disapih, contohnya bahwa anak yang sudah besar sebaiknya tidak lagi menyusu, atau ia harus mengonsumsi makanan dan minuman lainnya untuk dapat tumbuh dengan baik.

Merubah Kebiasaan Makan si Anak

Tips lainnya yang dapat Anda coba untuk menyapih anak Anda adalah dengan mengubah kebiasaan makan si anak.

READ:  Tips dan Cara Memanjangkan Rambut

Misalnya, Anda dapat menyiapkan sarapan yang ia sukai di pagi hari dan memberi makanan padat lainnya sebagai camilan agar kebiasaan menyusu dapat teralihkan secara bertahap.

Usahakan memberik makan secara rutin terutama pada jam Anda biasa memberikan ASI. Selain itu, pastikan bahwa makanan yang Anda berikan adalah makanan yang bergizi dan disukai anak.

Gunakan Botol Susu atau Gelas Anak

Secara bertahap, Anda dapat memberikan ASI dalam botol susu atau gelas anak setidaknya satu kali sehari, kemudian dilakukan dengan lebih sering dengan mengganti ASI dengan susu sapi atau jus buah.

Cara ini dipercaya dapat membuat anak tidak terus menginginkan ASI langsung dari ibunya dan mengonsumsi minuman lainnya selain ASI.

Ganti Pakaian Anda

Anak biasanya dengan mudah menyusu karena Anda mengenakan pakaian yang memiliki kancing atau resleting di bagian depan.

Anda dapat mengenakan pakaian berbeda yang tidak memiliki bagian depan yang mudah dibuka agar secara perlahan mempersulit anak untuk sering menyusu.

Sibukkan Anak dengan Aktivitas Bermain

Menyusu adalah salah satu aktivitas utama anak di bawah usia 2 tahun. Akan tetapi, semakin anak tumbuh besar, ia dapat melakukan aktivitas lainnya seperti bermain bersama teman-temannya, memainkan mainan kesukaannya, membaca buku anak, dan lain sebagainya.

READ:  Cream Pemutih Wajah Yang Aman

Semakin anak memiliki aktivitas bermain dan belajar, ia akan mudah lupa untuk menyusu dari ibunya.

**

Itulah tips menyapih anak berusia lebih dari 2 tahun yang dapat Anda coba. Pastikan anak tetap terpenuhi nutrisi dan gizinya dan lakukan secara perlahan hingga Anda berhasil menyapih anak Anda. Semoga bermanfaat.


Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *