Donor Darah Sebaiknya Tidak Dilakukan Orang dengan 9 Kondisi Ini

Loading...

Donor darah adalah hal yang sangat baik untuk dilakukan, karena selain menyumbang darah untuk yang membutuhkan, jika rutin dilakukan dapat menjaga tubuh kita selalu sehat karena membuat siklus darah dalam tubuh menjadi lancar.

Selain itu, rutin donor darah juga dapat mengurangi berat badan. Jika Anda ingin mencoba melakukan donor darah, kenali dulu beberapa kondisi tertentu yang justru sebaiknya tidak mendonorkan darah.

Kegiatan donor darah sebenarnya dapat dilakukan siapa saja yang berusia antara 17-66 tahun dan sehat jasmani rohani. Beberapa orang bahkan menjadikan donor darah sebagai rutinitas.

Namun demikian, ternyata ada beberapa kondisi yang tidak memungkinkan atau sebaiknya tidak mendonorkan darahnya. Apa saja kondisi tersebut? Berikut ulasannya.

Memiliki Tekanan Darah Tinggi

Bagi Anda yang memiliki tekanan darah lebih dari 180/100 mmHg, maka Anda sebaiknya tidak melaukan donor darah.

Sebelum seseorang melakukan donor darah, petugas kesehatan biasanya terlebih dahulu memeriksa tekanan darah untuk memastikan apakah orang tersebut dapat mendonorkan darahnya atau tidak.

Pemilik tekanan darah tinggi sebaiknya tidak melakukan donor darah karena dapat membahayakan kondisi orang tersebut.

Kondisi Tubuh Sedang Sakit

Jika Anda sedang sakit, maka sebaiknya hindari untuk donor darah. Mendonorkan darah dapat membuat Anda lemas beberapa saat karena kehilangan banyak darah dan tubuh perlu waktu untuk pulih.

READ:  Biasa Lembur? Hati-hati, Ini Dia 5 Risikonya Bagi Kesehatan

Orang dalam kondisi sehat pun dapat mengalami efek tubuh menjadi lemas, jadi bagi Anda yang sedang tidak dalam kondisi sehat sebaiknya hindari mendonorkan darah karena berpotensi menyebabkan tubuh semakin lemas.

Tunggu hingga tubuh membaik dan lebih bugar sebelum melakukan donor darah.

Baru Melakukan Tindik pada Tubuh

Jika Anda baru saja melakukan tindik pada bagian tubuh seperti hidung, telinga, lidah, pusar dan bagian tubuh lainnya dalam 6 bulan terkahir, maka sebaiknya hindari donor darah. Hal ini karena prosedur tindik dapat meningkatkan risiko penyakit yang dapat ditularkan melalui jarum atau benda tajam, seperti hepatitis B dan C.

Tunggu hingga setidaknya 1 tahun setelah tindik sebelum Anda mendonorkan darah Anda.

Baru Melakukan Tato

Seperti halnya tindik, jika dalam 6 bulan terakhir Anda melakukan tato, maka sebaiknya tidak melakukan donor darah hingga setahun kemudian karena dapat meningkatkan risiko penyakit tertular seperti hepatitis B dan C.

Mengidap Penyakit Menular

Jika Anda mengidap penyakit yang dapat ditularkan lewat darah, seperti penyakit menular seksual, maka tidak diperbolehkan donor darah karena dapat menularkan penyakit tersebut ke si penerima darah.

Memiliki Berat Badan di Bawah 50kg

Bagi Anda yang memiliki berat badan di bawah 50kg, maka sebaiknya tidak mendonorkan darah karena berat badan dan volume darah dalam tubuh berhubungan erat.

Hal ini terkait dengan jika volume darah yang Anda miliki terlau sedikit, maka donor darah dapat mengganggu kondisi badan Anda. Ikuti dulu program pembesaran badan hingga di atas 50 kg sebelum melakukan donor darah.

READ:  Cara Mengecilkan Pipi Tembem

Wanita Hamil

Bagi Anda wanita yang sedang hamil, donor darah tidak boleh dilakukan karena dapat mengganggu kesehatan Anda dan janin.

Tunggu setidaknya 6 bulan pasca melahirkan untuk melakukan donor darah.

Memiliki Penyakita Anemia

Seseorang yang mengalami penyakit anemia atau kekurangan darah tidak diperbolehkan donor darah. Hal ini karena salah satu syarat donor darah dari Palang Merah Indonesia (PMI) yaitu kadar sel darah merah seseorang setidaknya 12 gram/desiliter pada perempuan dan 12,5 gram/desiliter pada laki-laki.

Penderita anemia jika mendonorkan darahnya, dikhawatirkan dapat semakin memperburuk penyakitnya.

Agar terhindar dari anemia dan dapat mendonorkan darah, konsumsi makanan yang mengandung banyak penyusun sel darah merah dan zat besi, seperti daging sapi, hati ayam dan berbagai sayuran hijau.

Memiliki Penyakit Diabetes Akut

Pendertia diabetes akut juga sebaiknya tidak mendonorkan darahnya karena kadar gula darah yang tidak normal. Hal ini dikhawatirkan dapat memperburuk penyakit diabetes yang diderita.

***

Itulah beberapa kondisi yang tidak diperbolehkan mendonorkan darahnya. Jaga kesehatan Anda dengan baik dan hindari aktivitas yang berpotensi menularkan penyakit berbahaya melalui darah. Semoga bermanfaat!


Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *