Kenali Penyebab Infeksi Saluran Kencing pada Wanita

Loading...

Mungkin Anda pernah mendengar tentang infeksi saluran kencing. Namun tahukan Anda apa sebenarnya infeksi saluran kencing dan penyebabnya?

Infeksi saluran kencing atau biasa disingkat ISK merupakan infeksi yang terjadi oleh bakteri yang menyerang daerah saluran kemih dalam tubuh.

Infeksi ini dapat disebabkan oleh kuman yang masuk ke dalam saluran kemih dan menuju uretra. Dalam beberapa kasus yang lebih parah, hal ini dapat berisiko menyerang ginjal.

Penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita daripada pria, dimana setidaknya setiap wanita pernah mengalami infeksi saluran kencing setidaknya sekali.

Adapun beberapa gejala yang dapat dirasakan saat mengalami infeksi saluran kencing. Tidak hanya rasa tidak nyaman saat buang air kecil, infeksi saluran kencing juga dapat dikenali lewat beberapa gejala lainnya, yaitu:

  • Air seni berwarna keruh hingga berwarna darah
  • Selalu merasa ingin kencing
  • Meskipun sering kencing, air seni yang dikeluarkan tidak banyak dan disertai rasa nyeri
  • Air seni berbau tidak sedap
  • Perut bagian bawah terasa tidak nyaman, pegal atau kram
  • Demam tinggi
  • Pinggul terasa linu dan pegal

Gejala-gejala tersebut biasa terjadi pada pasien infeksi saluran kencing, terutama pada wanita. Selain gejala-gejala, Anda juga perlu mengetahui beberapa penyebab infeksi saluran kencing agar dapat mencegahnya.

Kurang Mengonsumsi Air Putih

Kurang minum air putih dapat menjadi penyebab paling umum terjadinya infeksi saluran kencing. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang kekurangan cairan, dimana ginjal memerlukan cairan tersebut untuk berfungsi dengan baik.

READ:  Tips Tampil Anggun Saat Valentine

Kurangnya cairan pada ginjal dapat menyebabkan bakteri menyerang saluran kencing sehingga terjadi infeksi.

Minumlah air putih dengan cukup setidaknya 8 gelas per hari untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh terutama pada ginjal.

Kurang Menjaga Kebersihan Area Kelamin

Terutama bagi wanita, uretra terletak lebih dekat ke bagian anus. Itulah sebabnya, saat membilas vagina, sebaiknya membasuh dari bagian depan ke belakang dan bukan sebaliknya untuk menghindari perpindahan bakteri dari anus ke uretra.

Bakteri Escherichia Coli

Bakteri yang juga dikenal dengan E. coli, bakteri yang berasal dari usus besar ini dapat berpindah dari bagian anus ke uretra saat Anda membilas vagina dari belakang ke depan. Bakteri tersebut dapat masuk ke kandung kemih dan menyebabkan infeksi.

Anatomi Tubuh Perempuan

Infeksi saluran kencing biasa terjadi pada perempuan karena secara alami, anatomi tubuh wanita memiliki panjang uretra yang lebih pendek ketimbang pria.

Hal ini menyebabkan bakteri lebih mudah menyerang dan mencapai kandung kemih wanita.

Kegiatan Seksual

Kebiasaan dalam hubungan seksual juga dapat menjadi salah satu penyebab infeksi saluran kencing. Bakteri yang menyebabkan infeksi ini biasanya disebarkan melalui aktivitas seksual antara pria dan wanita. Oleh sebab itu, wanita yang aktif secara seksual biasanya memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena infeksi saluran kecing.

READ:  Cara Memakai Jilbab Modern Untuk Wajah Bulat

Salah satu upaya pencegahannya adalah memastikan pasangan dalam keadaan bersih sebelum melakukan hubungan seksual. Untuk wanita, disarankan segera buang air kecil setelah melakukan hubungan seksual.

Menopause

Setiap wanita memiliki risiko menopause seiiring bertambahnya usia. Fase ini menyebabkan tubuh mengalami perubahan kadar hormon, salah satunya adalah kadar hormon estrogen pada wanita yang lebih rendah sehingga wanita rentan terkena infeksi saluran kencing.

Penggunaan Alat Kontrasepsi

Alat kontrasepsi wanita seperti sejenis diafragma dan spermsida menyebabkan risiko yang lebih tinggi terkena infeksi saluran kencing.

Diafragma dipercaya dapat menekan uertra dan memperlambat pengosongan kandung kemih, sehingga urin yang berada di kandung kemih berisiko membuat bakteri tumbuh dan menimbulkan infeksi.

***

Itulah beberapa gejala dan penyebab penyakit infeksi saluran kencing. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, disarankan untuk segera ke dokter agar mendapatkan perawatan yang maksimal. Semoga bermanfaat.


Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *