Yuk, Lebih Banyak Tau Tentang Kanker Payudara

Loading...

DOKTERCANTIK.COM – Kanker payudara menjadi salah satu jenis penyakit mematikan yang sering menyerang para wanita di dunia, termasuk di Indonesia setelah kanker leher rahim. Sesuai namanya, kanker ini terjadi di jaringan payudara dengan kondisi dimana sel tumbuh secara tidak normal.

Jika pertumbuhan sel tidak normal ini terus berlanjut, maka lama-kelamaan, payudara tidak hanya terasa nyeri dan sakit namun juga akan mengalami perubahan bentuk dan ukuran. Yang lebih mengerikan, kanker payudara juga tidak mustahil membuat payudara membusuk.

Penyebab dan Faktor Resiko

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, kanker payudara bisa disebabkan karena berkembangnya sel tidak normal di dalam jaringan payudara. Untuk faktor resikonya sendiri, gaya hidup tidak sehat seperti banyak minum alkohol, merokok, obesitas, dan pola makan buruk ikut menambah resiko kanker payudara.

Faktor resiko lain yaitu keturunan. Tidak setiap anak yang lahir dari ibu dengan kanker payudara juga mengalami kanker payudara, hanya saja kondisi ini bisa meningkatkan resiko terkena kanker payudara. Beberapa ahli memperkirakan bahwa 5 hingga 10 persen kanker payudara berhubungan pada mutasi genetik pada generasi di dalam keluarga. Jika gen rusak diwariskan, maka akan meningkatkan kemungkinan kanker payudara.

Faktor resiko lain yaitu penggunaan hormon estrogen yang tidak terkontrol, daya tahan tubuh yang lemah, dan terlalu sering terkena radiasi ionisasi sebelum maupun sesudah pubertas.

Gejala dan Tanda-tanda

Karena kanker payudara ini begitu berbahaya, maka ada baiknya setiap wanita mengetahui gejala dan tanda-tanda dari penyakit ini agar peluang sembuh semakin besar. Jika penyakit ini baru diketahui pada stadium lanjut, maka akan sangat sulit untuk menyembuhkannya. Satu tanda yang kerap sekali menjadi gejala kanker payudara yaitu adanya benjolan pada payudara yang terasa nyeri saat ditekan.

Gejala lainnya yaitu keluarnya darah dari puting susu, mengelupasnya kulit puting susu, bentuk pusing susu yang terbalik, perubahan bentuk dan ukuran payudara, serta kemerahan pada kulit payudara.

Nah, jika kamu mengalami sebagian besar dari gejala tersebut, maka ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat diketahui apakah benar kamu menderita kanker payudara atau tidak.

Pengobatan

Hampir sama dengan pengobatan penyakit kanker lainnya, kanker payudara biasanya diobati dengan cara pembedahan, terapi penyinaran, kemoterapi, dan terapi hormon. Tahap pertama yang biasanya dilakukan yaitu dengan mastektomi atau pengangkatan payudara.

Setelah itu, barulah pasien diberikan metode pengobatan lain seperti terapi penyinaran/radiasi yang berfungsi membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa. Sementara kemoterapi dan terapi hormon berguna untuk menekan pertumbuhan kanker di seluruh tubuh.

***

Meski sering terjadi pada wanita, namun tidak menutup kemungkinan kanker payudara juga terjadi pada pria meski kasusnya sangat jarang terjadi. Untuk itu, baik pria ataupun wanita ada baiknya selalu terapkan pola hidup sehat dan menghindari segala faktor resiko yang bisa menyebabkan kanker ini.

Selain itu, ada baiknya juga melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara rutin setiap bulannya agar dapat melihat ada atau tidaknya perubahan pada payudara. Hanya saja, perlu diketahui bahwa tidak semua perubahan pada payudara merupakan kanker.

Ada juga perubahan pada payudara yang normal seperti misalnya rasa nyeri pada payudara saat atau sebelum menstruasi. Biasanya perubahan ini akan normal kembali begitu selesai menstruasi. Tetapi jika rasa nyeri ini berlangsung lama dan dirasa tidak wajar, maka kamu memang perlu memeriksanya ke dokter.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *