9 Kebiasaan Harian Penyebab Munculnya Jerawat

Loading...

DOKTERCANTIK.COM – Jerawat seringkali menjadi masalah yang muncul pada kulit wajah. Bentuknya yang meradang dan berwarna kemerahan dapat menjadi penyebab berkurangnnya keindahan wajah. Sehingga tak jarang seseorang melakukan banyak cara, mulai dari pengonsumsian obat-obatan hingga ke dokter kulit guna menghilangkan jerawat dari wajah.

Jerawat sendiri muncul dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pengaruh genetik, hormon, alergi kosmetik, pola makan yang tidak sehat, dehidrasi, dan efek paparan sinar matahari. Selain itu, beberapa kebiasaan harian yang buruk juga dapat menjadi pemicu timbulnya jerawat.

Nah, berikut 9 kebiasaan harian yang menjadi penyebab munculnya jerawat. Simak ya.

Membersihkan kulit berjerawat dengan facial scrub

Penggunaan facial scrub memang dapat membuat wajah lebih bersih. Namun untuk kulit yang berjerawat dan meradang, penggunaan facial scrub sebaiknya dihindari, terlebih lagi menggosok kulit yang berjerawat dengan sikat. Tindakan tersebut sangat tidak dianjurkan. Membersihkan wajah yang berjerawat secara kasar dengan sikat ataupun oversrcubbing dapat menyebabkan kulit teriritasi.

Memencet jerawat

Beberapa orang berpikir bahwa memencet jerawat dapat mempercepat hilangnya jerawat. Ternyata anggapan tersebut salah! Memencet jerawat hanya akan menyebabkan kulit menjadi infeksi dan bekas jerawat semakin susah dihilangkan. Oleh karena itu, agar lebih aman sebaiknya oleskan tipis-tipis obat jerawat pada kulit yang berjerawat. Pada umumnya obat jerawat mengandung benzoil peroksida yang bertugas membunuh bakteri penyebab jerawat.

Tidak membilas wajah secara bersih

Saat anda membersihkan wajah dengan sabun, maka busa dari sabun akan membantu pengeluaran kotoran dan minyak berlebih dari kulit. Apabila anda tidak membilas wajah dari busa secara bersih, maka akan memicu iritasi dan munculnya jerawat.

Tidak menggunakan krim tabir surya

Paparan sinar matahari dapat memicu pigmentasi, timbulnya keriput, garis-garis halus hingga kanker kulit. Selain itu, paparan sinar matahari yang menyengat juga membuat jerawat lebih kering untuk sesaat. Namun dalam beberapa waktu kemudian, produksi minyak pada kulit justru berlebih dan jerawat muncul semakin banyak. Krim tabir surya yang baik adalah yang mengandung SPF 15+.

Penggunaan obat jerawat yang tidak konsisten

Apabila penggunaan obat jerawat dianjurkan 2 atau 3 kali sehari, maka lakukanlah secara konsisten. Jangan menambah atau mengurangi dosis. Penggunaan obat jerawat yang berlebihan tidak akan mempercepat penyembuhan jerawat, melainkan merusak kulit. Kulit hanya akan menyerap sejumlah bahan aktif dari obat, sehingga memicu terjadinya iritasi.

Tidak menggunakan pelembab

Seseorang yang berjerawat cenderung mempunyai jenis kulit yang berminyak. Kendati demikian, bukan berarti kulit yang berminyak harus menghindari pemakaian pelembab. Pelembab tetap dibutuhkan untuk semua jenis kulit guna menjaga kelembaban kulit dan sebagai pelindung sebelum menggunakan make up. Kulit yang kekurangan pelembab akan menjadi kering dan cenderung kasar.

Merokok

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di Institut San Gallicano, Roma menunjukkan bahwa sekitar 42% perokok mempunyai masalah jerawat pada kulitnya. Penelitian lain juga memaparkan bahwa seorang perokok mempunyai kemungkinan 4 kali lebih besar untuk mengalami masalah jerawat.

Hal ini dikarenakan zat-zat aktif di dalam rokok dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sel-sel kulit dan penyempitan pembuluh darah. Kondisi ini mengakibatkan pori-pori kulit menjadi tersumbat, sehingga memicu munculnya jerawat.

Mandi dengan air panas terlalu lama

Mandi dengan air panas yang terlalu lama dapat mengeringkan kelenjar minyak pada kulit. Hal ini dapat menyebabkan kulit kehilangan kelembabannya. Akibatnya, kulit menjadi kering dan lebih mudah mengalami iritasi. Oleh karena itu, sebaiknya jangan mandi di air panas terlalu lama, lakukan dalam waktu sekitar 15 menit saja.

Terlalu sering mencuci wajah dengan sabun

Terkadang sebagian besar orang mencuci wajahnya dengan sabun berulang kali guna mengurangi produksi minyak berlebihan dan mengatasi jerawat di kulit. Dr. Brett Shulman seorang Clinical Assitant Professor of Dermatology, University of Rochester mengungkapkan bahwa terlalu sering mencuci wajah dengan sabun dapat merusak sebum (kelenjar minyak) pada wajah.

Sebum ini berguna untuk memberikan elastisitas dan fleksibilitas pada kulit. Apabila sebum mengalami kerusakan, maka kulit akan kehilangan perlindungannya sehingga meningkatkan risiko kulit kering, pecah-pecah, iritasi dan infeksi.

***

Nah, sekarang kita sudah mengetahui beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat menjadi penyebab munculnya jerawat. Jadi, mulai sekarang ubalah kebiasan yang salah tersebut, sehingga kulit wajah pun dapat terpelihara kesehatannya dan terhindar dari jerawat.

(photo:estetus.lt)

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *