Penyebab Biduran dan Pengobatannya

Loading...

DOKTERCANTIK.COM – Anda pernah mengalami gatal-gatal dengan permukaan bentol yang lebar? Atau bahkan mungkin Anda pernah terkena biduran. Biduran disebut juga urtikaria atau kaligata, yaitu reaksi kulit berupa bilur merah atau putih dan terasa gatal, sebagai salah satu akibat dari alergi. Bilur atau ruam yang timbul bisa melebar, semakin digaruk semakin meluas, kadang terasa perih dan menyengat, selama berjam-jam atau bahkan beberapa hari.

Dalam jangka panjang, gejala seperti ini bisa merupakan pertanda dari penyakit tiroid, diabetes tipe 1 atau lupus. Biduran bisa menjadi penyakit serius bila bersamaan dengan angioedema (urtikaria yang mengenai lapisan bawah kulit dan mukosa), karena jika terkena saluran nafas bisa menyebabkan sulit bernafas sehingga menyebabkan kematian.

Penyebab Biduran

Bilur atau ruam pada gejala biduran disebabkan tingginya kadar histamin yang dilepaskan ke kulit. Histamin menyebabkan pembuluh darah menjadi rileks dan melebar sehingga aliran darah meningkat. Dengan banyaknya darah yang mengalir di bawah permukaan kulit, kulit pun terlihat memerah.

Berbagai penyebab biduran di antaranya:

  • Alergi terhadap lateks dan inhalan seperti serbuk sari bunga, spora jamur, debu, bulu binatang dan aerosol.
  • Alergi terhadap kacang, cokelat, gandum, susu, putih telur, tomat, arbei, keju, bawang, semangka, makanan laut seperti udang, ikan dan kerang.
  • Alergi terhadap antibiotik (penicillin, sulfa, tetrasiklin),  aspirin, obat anti-hipertensi, ibuprofen (penghilang rasa sakit), obat hormonal, dan pil kontrasepsi).
  • Alergi terhadap pemanis, pengental, tartrazine (pewarna minuman atau permen berwarna jingga atau kuning), natrium benzoate yang digunakan sebagai bahan pengawet dan penyedap rasa, dan lain-lain.
  • Alergi terhadap kosmetik seperti sabun cair, hand and body lotion.
  • Infeksi virus, bakteri, jamur dan parasit atau penyakit sistemik (limfoma, hipertiroid, lupus eritematosus dan keganasan), hepatitis dan demam kelenjar.
  • Gigitan serangga (nyamuk, lebah dan lainnya).
  • Kontak dengan kutu binatang, serbuk tekstil, air liur binatang, tumbuhan, buah-buahan.
  • Alergi cuaca panas maupun dingin, sinar matahari, getaran, gesekan atau tekanan (goresan, pakaian ketat, semprotan air, ikat pinggang).
  • Stres dan gangguan hormonal (kehamilan, menstruasi).

Pengobatan Biduran

Sebenarnya biduran bisa menghilang dalam beberapa hari. Namun, jika terasa sangat mengganggu, Anda bisa mengatasinya dengan cara:

1. Pengobatan medis

  • Obat antihistamin, untuk mengontrol gejalanya
  • Tablet kortikosteroid, bila antihistamin tidak cukup
  • Bedak atau lotion yang mengandung menthol
  • Suntikan adrenalin (epinephrine), untuk biduran yang berat dan angioedema

2. Pengobatan alami

  • Buah Asam dan Temulawak. Rebus buah asam, 15 gram temulawak, dan gula aren ke dalam 2 gelas air hingga tersisa setengahnya. Biarkan dingin lalu saring. Bisa ditambahkan madu.
  • Bawang Merah dan Daun Kelor. Rebus 3 lembar daun kelor, sebutir bawang merah, dan 2 gram pulosari ke dalam 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas, lalu disaring.
  • Kunyit dan Sambiloto. Tumbuk 10 gr sambiloto, 20 gr kunyit, 30 gr daun kelor, 1 sdm adas, 3 butir bawang merah hingga halus. Rebus ke dalam 600 cc air hingga tersisa sepertiga bagian lalu disaring.
  • Daun Jombang. Rebus 30 gram daun Jombang ke dalam 400 cc air hingga tersisa setengahnya.
  • Minyak Kayu Putih dan Zaitun. Aduk minyak kayu putih, minyak zaitun, dan menthol Kristal masing-masing sebanyak 1 sdm hingga merata. Gosokkan pada kulit yang terkena biduran.
  • Jahe dan Cuka Beras Hitam. Tumbuk 30 gram jahe hingga halus, kemudian rebus bersama 100 cc Cuka Beras hitam dan gula merah.
  • Leunca. Tumbuk leunca yang telah dibuang akarnya. Balurkan pada kulit hingga warna leunca menjadi hijau.
  • Daun Sirih. Rebus daun sirih dan ketepeng, masing-masing sebanyak 20 lembar, kemudian saring dan diminum.

**

Untuk mencegah biduran semakin mengganggu dan supaya tidak datang lagi, sebaiknya Anda tidak menggaruknya saat biduran datang, dan segera ketahui penyebab alergi Anda.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *