Biasa Lembur? Hati-hati, Ini Dia 5 Risikonya Bagi Kesehatan

Loading...

Dalam dunia pekerjaan, lembur bagaikan hal yang biasa. Kita biasa kerja rata-rata 8 jam per hari. Namun tak jarang kita lembur melebihi jam pulang normal pada umumnya.

Beberapa hal yang menyebabkan lembur diantaranya pekerjaan yang memerlukan waktu lebih 8 jam untuk diselesaikan, adanya urusan mendadak di sela-sela jam kantor sehingga harus menggantinya di atas jam pulang kantor dan masih banyak lagi.

Lembur memang hal yang biasa, namun jika Anda lembur berlebihan setiap hari, Anda harus waspada akan risikonya bagi kesehatan.

Lembur yang sering identik dengan seseorang yang bekerja keras atau loyal pada perusahaan tak selamanya berdampak positif. Nyatanya, lembur dengan bekerja lebih dari jam kerja pada umumnya dapat membuat kita lelah, jam tidur lebih malam dari pada biasanya hingga rentan hidup dengan gaya yang tidak sehat akibat stress, rasa lelah dan lain sebagainya.

Tak hanya itu, lembur juga berisiko memberi dampak negatif nyata bagi kesehatan kita seperti stres, depresi, fisik yang semakin lemah hingga emosi yang sullit dikontrol.

Dari banyak penyakit fisik yang disebabkan oleh lembur berlebihan, 2 penyakit yang paling berisiko dari kerja lembur berlebihan adalah risiko serangan jantung dan stroke.

Menurut studi kesehatan yang dilakukan di Amerika Serikat, Eropa dan Australia, risiko serangan jantung meningkat hingga 13% pada mereka yang bekerja lembur melebihi 55 jam dalam seminggu. Tak hanya itu, 80% orang yang bekerja lebih dari 40 jam seminggu juga berisiko serangan jantung.

Selain risiko serangan jantung, stroke juga menjadi penyakit yang dapat disebabkan oleh kerja lembur berlebihan. Menurut studi kesehatan, risiko stroke pada seseorang meningkat hingga 33% pada mereka yang sering bekerja lembur melebihi 55 jam dalam seminggu.

READ:  7 Tips Memilih Blush On Terbaik

Seperti yang kita ketahui, kedua penyakit tersebut adalah penyakit yang sangat mematikan dan sangat ditakutkan oleh banyak orang.

Ada 5 alasan mengapa kedua penyakit tersebut sangat rentan terjadi pada mereka yang bekerja lembur berlebihan, yaitu:

Tingkat Stres yang Tinggi

Risiko serangan jantung dan stroke tidaklah jauh dari tingkat stres yang tinggi. Bahkan menurut penelitian, stres yang tinggi dapat menyebabkan serangan jantung atau stress hingga 40%.

Stres biasa dialami orang yang lembur berlebihan karena setelah 8 jam sehari berkerja, tubuh memerlukan istirahat dan melakukan aktivitas di luar perkerjaan yang lebih menyenangkan.

Pola Hidup Tidak Sehat

Seseorang yang bekerja lembur berlebihan biasanya hidup dengan pola yang tidak sehat, seperti makan makanan yang tidak sehat asal mengenyangkan, ngemil berlebihan saat bekerja lembur hingga kurangnya olahraga karena waktunya sebagian besar digunakan untuk bekerja.

Pola hidup yang tidak sehat tinggi akan risiko penyakit jantung dan stroke. Jangan sia-siakan hidup Anda dengan kerja lembur berlebihan, atau memang jika harus sering lembur, usahakan untuk menyempatkan waktu untuk berolahraga dan menjaga pola makan yang sehat.

Meningkatkan Tekanan Darah

Bekerja lembur berlebihan berisiko membuat tekanan darah kita meningkat karena beban pikiran yang tiniggi dan biasanya tidak diimbangi oleh gaya hidup sehat.

Setiap orang memiliki risiko tekanan darah tinggi yang dapat disebabkan oleh banyak hal, namun bekerja terlalu lama dan berlebihan dapat membuat risiko tekanan darah tinggi menjadi dua kali lipat.

Risiko Menjadi Workaholic

Workaholic  mungkin terdengar keren, yaitu seseorang yang mendedikasikan dirinya untuk banyak bekerja dan sangat fokus akan pekerjaannya.

Namun demikian, kenyataannya workaholic tidaklah selalu positif karena banyak risiko penyakit yang dapat terjadi dari bekerja berlebihan.

READ:  4 Gaun Pernikahan Artis Termahal

Salah satu risiko penyakit yang dapat disebabkan oleh kecanduan bekerja berlebihan adalah diabetes karena pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Selain itu, dementia atau pikun juga besar kemungkinan terjadi pada orang yang bekerja berlebihan.

Depresi

Depresi biasanya tidak jauh dari stres berlebihan yang disebabkan oleh tubuh atau pikiran yang dipaksa bekerja atau berpikir melebihi batas kemampuannya.

Bekerja lembur berlebihan sangat mungkin menyebabkan seseorang mudah stres dan depresi. Depresi sendiri merupakan salah satu faktor penyakit serangan jantung.

Meskipun ada banyak risiko yang dapat dialami oleh orang yang bekerja lembur berlebihan, tak jarang seseorang merasa dirinya tidak lembur berlebihan karena sudah biasa lembur.

Berikut adalah beberapa tanda bahwa Anda bekerja berlebihan dan perlu mempertimbangkan untuk mengurangi lembur:

  • Rasa cemas berlebihan dan selalu berpikir tentang pekerjaan meskipun di akhir pekan atau hari libur
  • Selalu memerlukan waktu lebih dari 8 jam per hari untuk menyelesaikan pekerjaan setiap hari, yang kemudian menjadi sebuah kebiasaan
  • Mata yang lelah dan perih karena terlalu banyak melihat layar komputer
  • Sedikitnya waktu senggang dengan keluarga atau teman-teman Anda sehingga Anda sangat jarang memiliki waktu bersosialisasi

Jika Anda merasa bahwa tanda-tanda di atas sudah biasa ada dalam kehidupan sehari-hari Anda, maka sebaiknya pertimbangkan untuk mengatur kembali jadwal kerja Anda agar tidak lembur berlebihan dan upayakan untuk hidup sehat demi menjadi kesehatan Anda di kemudian hari. Semoga bermanfaat.


Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *