Cara Menghilangkan Stretch Mark dan Bekas Luka Setelah Melahirkan

Loading...

DOKTERCANTIK.COM – Hamil dan melahirkan adalah pengalaman terindah bagi para bunda yang ingin merasakan menjadi wanita sempurna. Kebahagiaan saat terdengar tangis bayi sekejap melupakan rasa sakit selama mengandung 9 bulan dan terlebih ketika menjalani persalinan.

Namun, seringkali pengalaman tersebut menjadikan para bunda mengabaikan perawatan tubuh dan penampilannya, padahal ada beberapa hal yang harus dihadapi seperti munculnya stretch mark pada permukaan perut akibat pembesaran rahim, selulit yang timbul setelah kenaikan berat badan kemudian menurun kembali, hingga adanya bekas luka pada vagina maupun operasi caesar.

 Lalu, bagaimana cara mengembalikan tubuh bunda seperti semula? Kami berbagi informasi tentang cara menghilangkan stretch mark dan bekas luka setelah proses melahirkan, di bawah ini. Mari disimak.

Cara Alami Memudarkan Stretch Mark

Bahan-bahan alami yang bisa digunakan untuk memudarkan stretch mark yaitu:

  • Gula + air jeruk + minyak almond. Campurkan ketiga bahan untuk mengeluarkan sel kulit mati tanpa efek samping.
  • Kentang. Haluskan hingga menjadi jus, oleskan pada kulit, tunggu hingga mengering, bilas dengan air bersih.
  • Lidah buaya. Oleskan pada kulit , tunggu hingga kering, bilas dengan air bersih.
  • Lemon. Oleskan dengan gerakan melingkar. Diamkan minimal 10 menit, bilas dengan air hangat.
  • Minyak zaitun. Pijat kulit dengan minyak zaitun yang telah dihangatkan. Diamkan setengah jam.
  • Cocoa butter. Oleskan sebanyak 2 kali sehari selama satu hingga dua bulan.
  • Minyak jarak (castrol oil). Merupakan ekstrak dari buah jarak. Bisa juga digunakan untuk mengatasi keriput, bintik hitam, tahi lalat, dan garis-garis halus.

Selain mengoleskan bahan-bahan tersebut, perlu juga mengkonsumsi vitamin A, C, dan E seperti pada buah-buahan segar (jeruk, tomat, lemon dan stroberi), serta minum setidaknya 10 gelas air putih per hari untuk mempertahankan elastisitas kulit.

Melakukan Perawatan Bekas Luka

Bunda yang melahirkan secara normal kadangkala mengalami sobekan pada vagina atau harus dilakukan tindakan episiotomi (guntingan antara vagina dan dubur) untuk memperlancar jalan lahir. Bagi yang menjalani persalinan caesar, dibuat sayatan pada perut untuk mengeluarkan sang bayi.

Keduanya sama-sama merupakan luka yang harus dijahit dan meninggalkan bekas yang sulit disembuhkan, kecuali dengan cara perawatan bekas luka seperti:

  • Mengompres luka jahitan. Gunakan es yang dibungkus kain bersih dan tempelkan pada bekas jahitan.
  • Memastikan bahwa luka bekas jahitan selalu bersih. Gunakan botol semprot yang diisi air atau waslap yang dibasahi dan sabun. 
  • Hindari aktivitas berlebih saat minggu-minggu pertama pasca melahirkan. Usahakan mencari bantalan duduk berbentuk donat untuk menghindari tekanan pada daerah bekas luka.
  • Lakukan olahraga ringan termasuk senam kegel. Gunanya untuk mencegah konstipasi serta penggumpalan darah, dan untuk meningkatkan sirkulasi darah pada tubuh.
  • Gunakan pakaian yang longgar dan nyaman. Selain itu, seringlah mengganti pakaian dalam. Tujuannya untuk menghindari kelembaban dan iritasi pada bekas luka.
  • Oleskan salep antibiotik sesuai anjuran dokter.

Di samping itu, perbanyaklah konsumsi makanan yang mengandung serat, vitamin A, vitamin C, protein, mineral, zinc, serta beta karoten seperti pada sayuran dan buah-buahan serta gandum utuh yang ada pada sereal maupun roti gandum.

**

Menjaga penampilan saat hamil dan setelah melahirkan sangat penting, untuk tetap memiliki rasa percaya diri dan mempertahankan keharmonisan rumah tangga.

Selamat mencoba.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *